Kiprah Muslimat NU Malaysia di Tengah Gelombang 2 Covid-19: Menolong WNI Terdampak hingga Galang Dana untuk Pondok Annahdhoh

oleh
Mimin Mintarsih bersama ibu-ibu Muslimat NU Malaysia.

Yang jelas dampak pandemi Covid-19 terhadap kehidupan warga sangat besar dan luas. Termasuk pekerja migran Indonesia di negeri jiran. Karena itu, Muslimat NU Malaysia aktif memantau anggotanya yang membutuhkan pertolongan. “Yang sekarang sedang dilakukan oleh seluruh ormas, termasuk PCI Muslimat NU Malaysia, adalah sedang mendata orang-orang yang memerlukan bantuan tadi. Dan data itu kami kirimkan ke KBRI untuk dilakukan pemberian bantuannya,” katanya.

Bersama keluarga

Bukan hanya itu, di tengah pandemi Covid-19 ini, program Muslimat NU Malaysia juga terus berjalan. Misalnya Tadarrus Al Quran via aplikasi Whatsapp (WA) satu minggu 5 khataman dan secara rutin mengikuti program-program dari PP Muslimat NU di Jakarta. Selain itu juga masih rutin mengumpulkan dana untuk pembangunan Pondok Annahdhoh.

“Untuk jangka panjang selama pandemi ini vakum sebab kami belum bisa berkumpul beramai-ramai. Selama pandemi ini memang banyak program Muslimat, baik pendidikan maupun sosial, kami pending. Biasanya untuk pendidikan kami mengadakan Kem Ibadah semacam pesantren kilat dan sekarang juga PCI MNU Malaysia punya sanggar bimbingan kerjasama dengan KBRI KL, khususnya dengan Atase Pendidikan. Hal ini untuk anak-anak Indonesia yang gak punya dokumen dari kelas 1-6, sekarang belajar secara online. Untuk bidang sosial juga biasanya kami mengadakan sunatan massal untuk anak yatim dan kurang mampu secara gratis,” katanya.

Mimin memimpin Muslimat NU selama dua periode. Ibu dari 5 orang anak dan semuanya warga negara Malaysia itu berusaha membantu WNI dalam menghadapi masalah pandemi ini.

“Semoga pandemi Covid-19 segera berakhir,” kata perempuan yang semua putra putrinya mendapat beasiswa dari Kerajaan Malaysia ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.