KJRI New York – BP2MI Cari Terobosan Pasar Kerja di Amerika: Banyak Lowongan Pekerjaan, Tapi Selanjutnya Ya Buka Usaha

oleh

Seorang diaspora asal Malang Jawa Timur mengaku dirinya awalnya bekerja pada orang lain saat tiba di Amerika tapi kemudian membuka usaha sendiri. Dia mengatakan, sebenarnya pasar kerja di Amerika tidak jauh beda dengan di Indonesia, di mana mereka yang memiliki pendidikan tinggi, skill, pengalaman, dan loyalitas, akan mendapat pekerjaan dan karier yang bagus. 

Namun, harus dakui, mereka ini kebanyakan warga lokal yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Berbeda dengan PMI. 

“Harus diakui kondisi PMI berbeda. Yang tidak memiliki pendidikan, ya bekerja kasaran. Seperti saya ini kerja keras, dan sekarang buka usaha salon, juga harus bekerja keras. Semua dikerjakan agar berhasil,” katanya.   

Ira A. Bateman mengaku sekarang memiliki lima pekerjaan. Dia pun enjoy mengerjakan semua pekerjaannya itu. “Semua berawal dari motivasi kita dalam bekerja. Dan tentu saja memang harus ada kesempatan. Saya sangat diberkati karena dapat menggunakan semua gelar dan lisensi saya untuk bekerja dari rumah! Alhamdulillah,” katanya. 

Pahlawan Devisa

Sebelumnya, KJRI New York bekerja sama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengadakan acara diskusi BP2MI dengan warga/diaspora Indonesia tentang sosialisasi kebijakan penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri pada tanggal 20 September 2021.

Acara temu diaspora yang tetap memperhatikan jumlah undangan berdasarkan ketentuan protokol kesehatan kota New York itu dihadiri oleh perwakilan organisasi masyarakat Indonesia antara lain adalah Maesa (Minahasa), Parsadaan Bangso Batak (PBB), Pasundan, Cakra, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Komunitas Ambon, DWP KJRI New York, Permias NYC dan lain sebagainya. Acara dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. 

No More Posts Available.

No more pages to load.