Komunitas Muslim Indonesia di Luar Negeri: Sebuah Introspeksi

oleh
Imam Shamsi Ali (Foto: CNNIndonesia)

Ketiga, Komunitas Muslim Indonesia di luar negeri, khususnya di Amerika, kurang peduli lingkungan sekitarnya. Ketidakpedulian ini biasanya terjadi karena memang kekurangtahuan tentang lingkungan di mana mereka tinggal.

Akibatnya sering Komunitas Muslim Indonesia ketinggalan kendaraan untuk menangkap peluang-peluang yang tersedia. Apakah itu peluang ekonom, pendidikan maupun peluang-peluang politik yang tersedia di negara ini.

Keempat, Komunitas Muslim Indonesia memiliki kecenderungan untuk membatasi diri dalam pergaulan. Saya melihat hal ini terjadi karena merupakan dampak langsung dari rasa minder yang disebutkan terdahulu.

Akibatnya, networking Komunitas Muslim Indonesia sangat terbatas. Hampir tidak ada di antara mereka yang terlibat dalam organisasi-organisasi lintas etnis/bangsa misalnya. Selain itu kemampuan berkomunikasi dan bahasa non Indonesia menjadi sangat terbatas.

Kelima, Komunitas Muslim Indonesia memiliki kecenderungan yang mengedepankan “negative minds” ketimbang berpikiran positif. Hal ini mengantar kepada sebuah perilaku yang cepat “menghakimi” (judgmental). Bahkan melemparkan tuduhan tentang isu yang tidak berdasar atau minimal terverifikasi.

Akibatnya ghibah, gossip bahkan fitnah menjadi sesuatu yang seolah biasa saja. Di zaman media sosial ini misalnya, gossip dan fitnah itu kerap berkeliaran secara liar. Bahkan dari orang yang terkadang harusnya menjadi tauladan bagi khalayak.

Keenam, bahwa Komunitas Indonesia, termasuk di dalamnya Komunitas Muslim, dalam bersikap secara komunal (jama’i) sangat diwarnai oleh warna komunal Kebangsaan kita di dalam negeri.

Ambillah sebagai contoh bagaimana pilpres yang mengkotak-kotakkan anggota masyarakat dalam negeri juga mewarnai hubungan antar anggota diaspora Indonesia di luar negeri. Bahkan terasa hingga ketika anggota diaspora menyikapi pilihan politik di Amerika itu sendiri.

Ada sejumlah anggota Komunitas Indonesia yang mendukung kandidat politik di Amerika karena sejalan dengan kandidat tertentu di Indonesia. Atau sebaliknya melakukan resistensi kepada kandidat tertentu karena kandidat itu dianggap berseberangan dengan pilihannya di dalam negeri Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.