Sempat Ditegur
Bendahara Umum AMPHURI, M. Taufik Hamdi, sempat kena teguran karena berada di tempat umum tanpa mengenakan masker. Dia langsung diingatkan agar segera mengenakan masker. Namun, Taufik Hamdi tidak sampai terkena denda Rp 3,8 juta. “Beruntung saya hanya diingatkan dan tidak kena denda,” kata Taufik Hamdi.
Ketua Umum AMPHURI, Firman M. Nur, yang juga tengah berada di Kota Madinah, mengatakan, selama di Tanah Suci tim mitigasi mempelajari segala aspek menyangkut ibadah umrah di masa pandemi. Karena itu, tim dipecah beberapa kelompok, untuk mencari masalahnya sekaligus mencarikan solusinya. Untuk itu pula di dalam tim ada perwakilan PPUI.
“Ibadah umrah bisa kita lakukan dengan baik selama kita bisa mengikuti ketentuan yang diberlakukan oleh Pemerintah Arab Saudi maupun Pemerintah Indonesia. Kami kirim tim ini juga untuk mendukung program Pemerintah demi kelancaran penyelenggaraan umrah di masa pandemi,” katanya dalam webinar series yang digelar AMPHURI Rabu kemarin.
Bendahara Umum M. Taufik Hamdi menambahkan, secara umum proses kedatangan jamaah umrah di Madinah cepat dan lancar. Rombongan transit di Abu Dhabi sebelum mendarat di Bandara Madinah. Saat di bandara, mereka diperiksa PCR-nya beserta semua dokumen yang sudah disiapkan dari Jakarta, seperti visa, vaksin, meningitis, paspor, sidik jari, dan lain-lain.
“Kami tidak difoto sebab foto kami sudah direkam di data bandara. Semua tidak ada masalah dan cepat. Kami disambut dengan ramah oleh semua petugas di bandara, saya apresiasi soal penyambutan ini. Tidak sampai satu jam sudah sampai hotel. Di hotel dibagikan gelang untuk memastikan kami benar-benar jamaah umrah. Bagi yang punya gelang boleh masuk Masjid Nabawi. Yang tidak, harus pakai Tawakalna (aplikasi semacam pedulilindungi, Red.),” katanya.
Saat berada di Masjid Nabawi, kata dia, protokol kesehatan cukup ketat. Jamaah menerapkan physical distancing 1,5 meter. Saat ada jamaah tidak menjaga jarak langsung ditegur oleh askar.
“Saat hendak ke Raudhah ada reservasi melalui Tawakalna. Prosesnya berlangsung sangat tertib. Kami bisa menikmati sekitar 15 menit beribadah di Raudhah. Ini sungguh berbeda saat umrah di hari biasa yang berdesak-desakan. Kami merasakan bisa benar-benar beribadah,” katanya.













