Saat ini rantai pasok itu perlahan lahan beradaptasi menghadapi disruption pandemic covid-19. Oleh karena itu, kata Dimas, resilience dan agility diperlukan untuk menghadapi disruption tersebut.
“Sehingga manajemen resiko pelaku usaha akan baik saat masuk ke ranah global. Integrasi itu misalnya melakukan kecocokan produk atau jasa dengan target pasar, partner kerjasama/kolaborasi dan customer,” ujarnya.
Selain itu kerjasama antar pihak yang melakukan kolaborasi harus sinergis. “Semua pihak termasuk si UMKM dan produsennya, makanya tadi integrasi organisasi dan visibilitas. Karena kunci dari supply chain itu,” katanya.
Presiden Jokowi berharap pelaku UMKM Tanah Air dapat menjadi bagian dari rantai pasok global. Namun, menurutnya, hal tersebut hanya dapat tercapai apabila ada kolaborasi dari berbagai pihak.
“Peningkatan kelas pengusaha UMKM menjadi agenda utama. (Saat ini) berbagai kemudahan disiapkan untuk menumbuhkan UMKM, termasuk kemitraan strategis dengan perusahaan besar. Tujuannya, agar (UMKM) cepat masuk masuk rantai pasok global,” ujar Presiden Jokowi dalam rilisnya yang diterima wartawan kemarin.
Selain itu, Presiden Jokowi pun menegaskan pentingnya peningkatan daya saing produk lokal untuk dapat memenangkan kompetisi di pasar global. Pemerintah, lanjut Presiden Jokowi, tengah mendorong UMKM untuk masuk dalam ekosistem ekonomi digital demi meningkatkan produktivitas tersebut.














