BOGOR|DutaIndonesia.com – Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW di Hongkong banyak godaan. Salah satunya gaya hidup glamor sehingga para TKW/PMI tidak bisa menabung untuk bekal hidup di hari tua. Bahkan, banyak TKW/PMI yang gagal hingga menjalani hidup sebagai recognized paper alias paperan atau pengungsi di Hongkong.
Namun demikian, banyak pula TKW/PMI yang serius bekerja untuk mensejahterakan keluarganya. Selain menabung sebagian gajinya, bahkan ada yang melanjutkan kuliah. Salah satunya dilakukan oleh Sri Sundani Jaladara. Namun Sri Sundani kini sudah tidak lagi menjadi TKW. Anak petani itu kini menjadi aktivis yang namanya mendunia setelah mendirikan Gerakan Anak Petani Cerdas dan AgroEdu Komunitas Jampang.
Mengutip okezone.com, Selasa (8/2/2022), Sri Sundani Jaladara lahir di Ciamis pada 2 Mei 1987. Wanita yang juga memiliki nama Heni Sri Sundani ini pernah bekerja di Hongkong sebagai TKW.
Saat bekerja di Hongkong, Heni pernah ditipu oleh agen penyalur TKI yang mengirimnya. Namun, kejadian itu tidak membuatnya putus semangat. Dia terus bekerja untuk mengumpulkan gajinya untuk kehidupannya yang lebih baik.
Untuk itu, Heni memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Saint Mary’s University. Heni berhasil lulus dengan predikat Cumlaude sebagai sarjana bidang Entrepreneurial Management.
Setelah lulus, Heni lalu kembali ke Indonesia. Berbekal ilmu dan pengalaman, wanita yang akrab disapa Heni Jaladara ini mendirikan Gerakan Anak Petani Cerdas dan AgroEdu Komunitas Jampang di Bogor, Jawa Barat. Dia pun memberikan pendidikan gratis bagi anak petani untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
Bermodalkan Rp100 ribu, Heni membeli alat tulis, biskuit, dan susu. Kemudian, dia mengumpulkan anak-anak di hari Sabtu dan Minggu untuk belajar gratis di pelataran kontrakannya. (okz)












