Peringatan Hari Aksara Internasional 2021, Gubernur Khofifah : Literasi Digital Butuh Percepatan Secara Massif

oleh

Cerdas dan Makmur

Dia pun memint bupati/walikota yang turut mengembangkan literasi digital di daerahnya masing-masing, serta mendorong pencerdasan kehidupan bangsa. “Semakin cerdas makin makmur sejahtera,” tambah Khofifah.

Selain keterampilan literasi digital, lanjut Khofifah, masyarakat penting untuk memahami empat pilar kurikulum literasi digital, yaitu Digital Safety, Digital Skills, Digital Ethics, dan Digital Culture.

“Masih banyak masyarakat yang menggunakan teknologi, tetapi tidak memanfaatkannya secara maksimal. Inilah yang memerlukan literasi digital termasuk menerapkan empat pilar kurikulum literasi digital,” tandasnya.

Menurut Khofifah, Indonesia termasuk Jawa Timur memerlukan etika digital (digital ethics) serta adanya kultur digital. Ini penting, sebab digitalisasi ini mampu mempercepat berbagai layanan termasuk saat masa pandemi, serta bisa mewujudkan Satu Data Indonesia.

Selanjutnya untuk menjaga rasa aman dalam teknologi digital Khofifah berharap digital ethics ini diterapkan dalam penggunaan teknologi digital dalam era seperti saat ini. Masyarakat sipil perlu melakukan sinkronisasi untuk menjadikan digital ethics sebagai referensi dalam menggunakan teknologi digital.

Selanjutnya, Khofifah menambahkan, keterampilan lain yang harus dimiliki adalah tersebut literasi dasar, kompetensi dan karakter. Literasi dasar meliputi 6 komponen yaitu literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi informasi, literasi keuangan, dan literasi budaya dan kewarganegaraan.

“Dengan menguasai keterampilan dan literasi dasar maupun digital, masyarakat diharapkan mampu mengimbangi laju perubahan abad 21,” tegas Khofifah.

No More Posts Available.

No more pages to load.