HONGKONG|DutaIndonesia.com –Pimpinan Cabang Istimewa Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PCI PS NU) Pagar Nusa Hongkong menggelar pengesahan 38 pesilat pada Minggu 13 November 2022.
Acara pembaiatan atau pengesahan dilakukan di Lapangan Victoria Park – Causewaybay, Hongkong, pukul 10.00 sampai 16.00.
Acara selanjutnya pelantikan Pimpinan Cabang Istimewa PS NU Pagar Nusa Hongkong masa khidmat 2022-2025.
Pembaiatan dilakukan oleh Pembina Pimpinan Cabang PS NU Pagar Nusa Tulungagung, Mochammad Ubaidillah Suwito dan Ketua PS NU Hongkong Itas Martono. Sebagian besar anggota Pagar Nusa Hongkong adalah para pekerja migran Indonesia atau PMI.
“Pembaiatan dilakukan kepada pesilat Pagar Nusa ke-4, 5, dan 6 di Hongkong, yang selama dua tahun terhalang Covid-19,” ujar Mochammad Ubaidillah Suwito saat dikonfirmasi pada Selasa (15/11/2022).
PCI Pagar Nusa Hongkong berdiri pada tanggal 31 Desember 2017. Namun Surat Keputusan resmi baru terbit pada tanggal 30 September 2018.
Pagar Nusa sebagai wadah olahraga ilmu bela diri di bawah naungan NU juga menekankan kepada anggotanya agar berakhlakul karimah.
Ketua Pengurus Cabang Istimewa Pagar Nusa Hongkong Itas Martono mengatakan, anggota PCI Pagar Nusa Hongkong mayoritas buruh migran. Kegiatan olahraga bela diri tersebut dilakukan di waktu libur Minggu.
” Mayoritas anggota dari BMI (PMI) dan beberapa dari kami ada yang sedang melanjutkan study di Universitas Terbuka, jadi para BMI disaat waktu libur berlatih pencak silat dalam wadah Pagar Nusa,” kata Ista saat dihubungi wartawan media ini.
Ketum PCI Pagar Nusa Hongkong berharap, BMI Nahdlatul Ulama dan para santri di Hongkong bisa mengabdikan diri untuk menaikkan nama besar Nahdlatul Ulama di belahan dunia melalui seni bela diri.
” Harapan saya selaku Ketua PCI Pagar Nusa HongKong, santri pagar Nusa Hongkong bisa mengabdikan diri kepada NU melalui seni beladiri yang dikembangkan di Pagar Nusa dan sekaligus berkhidmat di dalamnya dengan membangun rasa nasionalisme dan berkhidmat dalam mensyi’arkan Islam yang berfaham ahlussunnah Wal jamaah di antara P M I di luar Negeri khususnya HongKong,” harapnya.
Itas juga berharap seiring waktu seni bela diri di bawah naungan Nahdlatul Ulama ini, bisa dikenal dan diminati oleh BMI yang berada di negara mutiara dari Timur itu.
“Belum semua diaspora Indonesia bergabung di dalamnya. Semoga ke depannya kami bisa mengenalkan seni bela diri Pagar Nusa lebih luas lagi,” pungkasnya.
Selain pelantikan, ada pula atraksi pencak silat dan juga kanuragan. Terlihat seorang anggota tidur lalu diberi batu bata dan dipukul memakai palu besar dengan keras. Tapi yang bersangkutan tidak kesakitan. Latihan ini hanya boleh diperagakan oleh orang yang sudah terlatih. (gas)













