LIVERPOOL|DutaIndonesia.com – Omicron dikenal cepat menular. Namun demikian Omicron juga tidak terlalu mematikan. Hal ini mulai terjawab dari hasil penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa varian baru Covid-19 itu lebih mungkin menginfeksi tenggorokan daripada paru-paru.
Studi yang dilakukan oleh Grup Penelitian Virologi Molekuler Universitas Liverpool juga menegaskan bahwa Omicron lebih ringan dari varian Delta. Dituliskan juga bahwa dengan menempel di paru-paru, virus ini menjadi lebih menular.
“Hasil dari semua mutasi yang membuat Omicron berbeda dari varian sebelumnya adalah bahwa ia mungkin telah mengubah kemampuannya untuk menginfeksi berbagai jenis sel,” kata Profesor Virologi di University College London Deenan Pillay, dikutip The Guardian, Senin (3/1/2021).
Intinya, tampak lebih bisa menginfeksi saluran pernapasan bagian atas sel-sel di tenggorokan. “Jadi itu akan berkembang biak di sel-sel di sana, lebih mudah daripada di sel-sel jauh di dalam paru-paru. Ini benar-benar awal tetapi studi menunjukkan arah yang sama,” katanya.
Meski begitu, belum ada tinjauan lebih lanjut mengenai hasil penelitian ini.
Sejauh ini beberapa riset juga menegaskan bahwa Covid-19 Omicron tidaklah begitu parah. Dalam studi terbaru yang dilakukan Imperial College London ditegaskan bahwa risiko perawatan rumah sakit pasca infeksi varian itu sekitar 40% hingga 45%. Ini jauh lebih rendah daripada Varian Delta.
Sementara itu, hasil penelitian University of Edinburgh juga menyimpulkan pasien yang terinfeksi Covid-19 omicron namun telah tervaksinasi penuh memiliki kemungkinan 80% lebih rendah untuk dirawat di rumah sakit dibandingkan dengan infeksi Delta. (cnbci)














