NEW YORK|DutaIndonesia.com – Salah seorang diaspora Indonesia di Amerika Serikat, Vanny Tousignant, gencar mempromosikan produk UMKM Indonesia. Meski Vanny Tousignant aktif dalam dunia mode dan fashion dengan brand New York Indonesia Fashion Week (NYIFW), tapi dia tidak hanya menggelar event fashion saja melainkan juga produk asal Indonesia lain seperti kerajinan hingga kuliner.
Saat menggelar fashion show di kapal pesiar bertajuk “Sky’s Above Fashion Show on Yacht” pada Sabtu 30 Juli 2022 mendatang, Vanny yang merupakan desainer, founder dan produser NYIFW, juga akan mempromosikan kuliner Indonesia. Acara peragaan busana yang menampilkan karya desainer kenamaan dari NYIFW ini akan digelar di atas Harmony Cruise Skyport Marina New York, Amerika Serikat.
“Dalam acara itu nanti kita akan memperkenalkan Sate Indonesia lengkap dengan lontong dan bumbunya. Juga rujak dan sayuran untuk sajian di kapal pesiar selama fashion show berlangsung. Makanan ini saya order langsung dari Indonesia Gastronomy Association New York. Fashion show di kapal pesiar ini sudah setiap tahun saya adakan sejak tahun 2017. Kita hanya stop karena pandemic tahun 2020 dan 2021 saja, sekarang situasinya sudah membaik, karena itu kita adakan lagi,” kata Vanny Tousignant yang sudah 30 tahun tinggal di Amerika Serikat ini.

Vanny bangga sebagai diaspora asal Indonesia. Sebagai orang yang dilahirkan di Maluku, yang banyak memiliki laut dan pulau, Vanny akan terus mengagumi laut dan kekayaan alam yang ada di dalamnya.
Baca Berita Terkait: Tren Fashion Show di Kapal Pesiar, Vanny Gelar Sky’s Above Fashion Show on Yacht
“Saya bangga sebagai satu-satunya fashion produser Indonesia di Amerika yang tetap konsisten untuk menyelenggarakan fashion show di Laut maupun di darat sejak tahun 2017. Terlihat seperti masih baru untuk tingkat produksi di Amerika, tetapi setiap tahun fashion kami berkembang dan sekarang sangat diperhitungkan di kalangan fashion international, baik di Amerika maupun di Eropa, selama New York Fashion Week, di New York City,” katanya.

Baca Berita Terkait: Batik Jatim Go Global: Desainer Amerika Siap Bantu Gubernur Khofifah
Baca Berita Terkait: NYIFW Sukses Gelar IFA-Week 2022, Vanny Semakin Sibuk Promosikan Karya Desainer Indonesia

Gastronomi
Upaya Vanny Tousignant bersama Indonesia Gastronomy Association New York mempromosikan kuliner Indonesia di hadapan publik luar negeri ini patut didukung banyak kalangan. Apalagi bila dikaitkan dengan gastronomi. Istilah gastronomi sendiri semakin bergaung beberapa tahun belakangan di Indonesia.
Namun gastronomi bukanlah kata yang umum dikenal masyarakat. Padahal, kata Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM), Eni Hermayani, gastronomi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia selama ratusan tahun. Gastronomi merupakan istilah yang berkaitan erat dengan kuliner.
Bedanya, kuliner dikenal sebagai seni memasak yang sehat dan bergizi, sedangkan istilah gastronomi memiliki pengertian yang lebih luas lagi. Menurut Eni, pengertian gastronomi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan seni, praktik, dan kajian tentang pemilihan, preparasi, produksi, penyajian dan penikmatan berbagai makanan dan minuman. Sebagai negara megabiodiversitas, Indonesia memiliki ragam kuliner dan gastronomi yang besar. Jika dikelola dengan baik, keduanya bisa berdampak luas bahkan mampu mensejahterakan masyarakat Indonesia.
Namun, hingga saat ini belum banyak kajian yang bisa mendukung gastronomi untuk bisa dikenal secara luas, baik untuk masyarakat Indonesia ataupun dunia. “Cakupan pengetahuan yang termasuk dalam gastronomi luas sekali,” tutur Eni dalam Webinar Gastronomi & Launching Pusat Kajian Kuliner dan Gastronomi Indonesia, Selasa (30/3/2021) lalu, seperti dikutip dari kompas.com.
Ia menerangkan gastronomi mencakup asal usul dan sejarah bahan pangan yang dikonsumsi dan penyediaan bahan pangan secara berkelanjutan. Cara menangani, mengolah hingga menjadi makanan yang dinikmati, kebiasaan makan, termasuk legenda soal kuliner juga termasuk dalam gastronomi.
Menurut Rektor UGM, Panut Mulyono, gastronomi merupakan soft power yang sangat strategis bagi Indonesia dalam mendukung perekonomian dan ketahanan pangan. Gastronomi dapat membantu penyelesaian berbagai macam permasalahan bangsa melalui diplomasi kuliner serta membantu pelestarian lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Sejalan dengan pendapat Panut, Eni mengungkapkan harapannya agar gastronomi bisa dikenal dan diakui kebenarannya lebih luas melalui informasi melalui kajian-kajian ilmiah. Ini juga yang menjadi latar belakang dibangunnya Pusat Kajian Kuliner dan Gastronomi Indonesia (PKKGI) di UGM pada Selasa (30/3/2021) lalu. (gas)















