NEW YORK|DutaIndonesia.com – Founder dan produser New York Indonesia Fashion Week (NYIFW), Vanny Tousignant, semakin mengharumkan nama bangsa Indonesia. Hal itu setelah Vanny menerima penghargaan dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden.
Penghargaan dari Pemerintah AS ini diberikan kepada warga negara yang telah berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Yang mengagumkan, penghargaan itu diberikan di saat Vanny Tousignant tengah sibuk menggelar fashion show sekaligus peresmian Dia Gallery pada 11-13 Februari 2023. Penerimaan penghargaan President Lifetime Achievement Award kemarin diwakilkan oleh Pemuka Masyarakat New York, Dr Reba Renee Perry-Ufele.
“President Lifetime Achievement Award kemarin itu diberikan kepada warga negara America yang mempunyai andil di masyarakat, seperti kerja volunteers untuk community. Lebih banyak diberikan untuk bagian pendidikan,” kata Vanny Tousignant kepada DutaIndonesia.com, Selasa (21/2/2023) malam.
Bisa jadi, untuk diaspora Indonesia di AS, baru Vanny yang mendapatkan penghargaan dari Presiden AS tersebut. “Ya, mungkin saja baru saya sebagai diaspora Indonesia yang bergerak di bidang fashion yang berhasil menerima awards ini,” katanya.
Selain pebisnis, Vanny juga sudah banyak melakukan kerja sosial kemasyarakatan. Karena itu, dia pun sudah beberapa kali menerima penghargaan dari Pamerintah Amerika. “Saya sudah beberapa kali menerima award dari Pemerintah America, tetapi biasanya hanya dari State of New York. Karena itu, penghargaan kali ini mengejutkan buat saya,” ujarnya.
Saat menggelar fashion show bersama New York Indonesia Fashion Week, Vanny sebenarnya sudah diberi tahu akan menerima award tersebut. Namun dia tidak menyangka bila award kali ini dari Presiden Biden. “Saya kaget sebab saya menerima President award, ini award yang tertinggi untuk volunteers work,” katanya.
Untuk mendapatkan gold medal award pun biasanya dilihat jam terbang pekerjaan kita di masyarakat. Gold dan President awards ini biasanya diberikan karena kita sudah bekerja paling tidak 4.000 jam dengan masyarakat sebagai tenaga volunteers. “Waktu yang cukup lama,” kata wanita asal Maluku yang besar di Jakarta dan sudah 31 tahun tinggal di New York ini.
Vanny mengatakan, sebelum pandemi Covid-19 dia memang sudah aktif ikut kegiatan volunteers dengan beberapa organisasi di Amerika. Misalnya membantu di tempat penampungan ibu dan anak, membantu memberi makan para homeless (tuna wisma), membantu di bidang fashion seperti mengajar, menjadi nara sumber, mendirikan galeri untuk membantu designers yang kekurangan dana untuk mengembangkan diri.
“Banyak designers ingin maju butuh bantuan. Mereka tanpa bantuan keuangan dari Pemerintah, melainkan mengeluarkan uang sendiri untuk dana pengembangan diri tersebut. Kami mencoba membantu mereka. Semua itu ada tracking recordnya agar kita bisa mendapatkan awards di America,” katanya. (gas)













