Wawancara dengan Mohd Agoes Aufia di India tentang Taliban: Ini Akibat Tergantung Negara Lain

oleh

Dengan jatuhnya Kabul ke tangan Taliban, peta geopolitik pasti berubah, seperti apa kira-kira wajah Afghanistan di tangan Taliban, dan bagaimana pula sikap AS, Rusia, dan dunia ketiga termasuk Indonesia dan ASEAN?

Saya melihat proses aktualisasi visi Taliban dalam menjalanakan pemerintahannya di Afghanistan masih terus berjalan karena masih begitu banyak hal-hal yang masih belum mereka sampaikan. Saat ini, persepsi negatif atau bahkan kesenjangan pemahaman antara Taliban dengan dunia luar masih tinggi.

Untuk saat ini saya melihat Taliban masih memerlukan waktu tidak sedikit untuk sampai pada titik kestabilan hingga keseimbangan politik hingga ekonomi untuk menjalankan pemerintahan sebagaimana sebelumnya di bawah Presiden Ashraf Ghani.

Beberapa pernyataan mereka terkait memberikan amnesti kepada para pendukung pemerintah sebelumnya, memperkenankan pegawai pemerintah bekerja kembali, meningkatkan hak dan peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat, kebebasan media hingga menjamin keamanan minoritas Hindu dan Sikh hingga memastikan Afghanistan bukan sarang teroris adalah kabar baik ke depan bagi wajah Afgahnistan di tangan pemerintahan baru Taliban.

Peta geopolitik perlahan mengerucut, negara-negara seperti utamanya China, Pakistan hingga Rusia memberikan dukungan terhadap pemerintahan Taliban, sedangkan AS beserta sekutunya yaitu negara-negara NATO belum memberikan dukungannya dan terus melihat perkembangan yang ada dan bahkan siap bertindak jika Taliban masih menjadi rumah bagi kelompok teroris.

Adapun Indonesia memiliki posisi cukup konstruktif yaitu berada di posisi tengah di mana diterima oleh pihak Taliban dan Pemerintahan di bawah Presiden Ghani. Pemerintahn Indonesia sebelumnya sudah menjalin komunikasi dengan Taliban dan terus mendorong pemerintahan baru Afghanistan di bawah Taliban yang kredibel dan menjaga hak-hak kemanusiaan bahkan menjadi bisa menjadi mediator bagi konflik di Afghanistan. Sedangkan ASEAN sejauh ini belum masih belum mengeluarkan suaranya tapi saya pikir setiap negara anggotanya memiliki posisi yang variatif.

Selama ini Taliban dikenal kejam dalam menerapkan hukum Islam, apa itu benar atau citra yang dibuat media Barat saja?

Salah satu keterbatasan kita terkhusus di Indonesia adalah kita tidak tahu apa yang terjadi di lapangan sebenarnya dan banyak citra negatif yang dikeluarkan oleh media-media Barat. Tentu di sini kita perlu bersikap objektif dan hati-hati dalam menerima pemberitaan yang tak berimbang. Tidak bisa dipungkiri ekspose yang ada yaitu terkait kekejaman Taliban dalam stereotip yang ada, bisa jadi benar dilakukan dan bisa jadi tidak.

Terlepas dari itu, saya melihat Taliban mulai membuka dirinya kepada dunia luar dan tentunya berusaha menghilangkan stigma negatif dengan kebijakan yang lebih inklusif pada seluruh rakyat Afghanistan dan juga masyarakat internasional yang tergambar dalam beberapa pemberitaan baru-baru ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.