TOKYO|DutaIndonesia.com – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang baru saja menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Masjid Indonesia Tokyo, Minggu (2/10/2022). Permusyawaratan tertinggi tingkat cabang istimewa itu menetapkan Ridwan Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D. sebagai ketua terpilih PCIM periode 2022–2024. Berikut wawancara DutaIndonesia.com dengan Ridwan Wicaksono.
Selamat Mas Ridwan. Oh ya, program apa saja yang akan dijalankan PCI Muhammadiyah Jepang dalam kepengurusan njenengan ini? Dan bagaimana mensukseskan program tersebut?
Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi Muhammadiyah di Jepang, para Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCIM) Jepang mengawali langkah berorganiasasi dengan merumuskan tata cara berorganisasi berupa Pedoman Pelaksanaan Teknis (PPT).
Tujuannya:
1) Melaksanakan disiplin organisasi,
2) Perlindungan hak warga Muhammadiyah,
3) Meminimalisir konflik karena berbeda pemahaman anggaran dasar / rumah tangga,
4) Menguatkan rasa kekeluargaan sesama pimpinan, pengurus, dan warga Muhammadiyah di Jepang, serta
5) Memudahkan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Jepang dalam melaksanakan tugas dan fungsi cabang istimewa berdasarkan Anggaran Rumah Tangga (ART) Muhammadiyah tahun 2019.
Program-program akan disusun berdasarkan kebutuhan warga yang disesuaikan dengan kesanggupan pengurus, sehingga diprioritaskan 5 majelis sebagai unsur pembantu pimpinan, yaitu
A. Majelis Tabligh dan Keilmuan
- Menjalankan fungsi dakwah
- Mengadakan pelatihan dan kompetisi baca Quran
- Memfasilitasi acara kajian pemahaman Islam
B. Majelis Pendidikan dan Kader
- Menjalankan fungsi pendidikan
- Mengadakan pelatihan bahasa asing
- Memfasilitasi acara kuliah ilmu pengetahuan dan teknologi
C. Majelis Pustaka dan Informasi
- Menjalankan fungsi media sosial dan penulisan artikel untuk website
- Mengadakan pendataan untuk pembuatan kartu anggota Muhammadiyah dan penyaluran Zakat Infaq Shadaqah
- Menginformasikan kehidupan dan fenomena yang ada di Jepang
D. Majelis Kesehatan dan Sosial
- Menjalankan fungsi pelayanan masyarakat dan penyaluran ZIS
- Mengadakan acara donor darah dan khitan masal
- Memfasilitasi kajian kesehatan fisik dan kesehatan mental
E. Majelis Kelembagaan dan Kewirausahaan
- Menjalankan fungsi pengaturan kelembagaan organisasi
- Mengadakan pelatihan wirausaha dan kerjasama antar pengusaha
- Memfasilitasi warga untuk mendapatkan kerja part-time/full-time
Tantangan dalam menjalankan program ini seperti apa? Termasuk tantangan dakwah di Jepang, mengingat umat Islam di Jepang minoritas?
Kami menghadapi dua jenis tantangan, yaitu internal dan eksternal. Secara internal, PCIM harus menata dan menjalin konsolidasi para pengurus dan warga Muhammadiyah untuk menjalankan fungsi organisasi. PCIM juga perlu mewadahi dan menyelaraskan berbagai gagasan sehingga sesama pengurus dan warga Muhammadiyah dapat bersemangat dan merasakan buah manis keberkahan organisasi Muhammadiyah.
Sedangkan secara eksternal, PCIM harus lebih berperan aktif dalam kehidupan masyarakat di Jepang, khususnya:
1) Dakwah tauhid dan fiqih beragama yang sesuai dengan pemahaman Muhammadiyah serta menjalin ukhwah Islamiyah dengan organisasi Islam lainnya,
2) Kerjasama program dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di bidang pendidikan tinggi, kesehatan dan pertanian, serta
3) Mengokohkan pemahaman gerakan Islam yang berkemajuan dan menggembirakan, serta mengimplementasikan metode hisab dalam menentukan waktu ibadah untuk persatuan dan mashlahat umat Islam secara global.













