
Hal serupa terlihat di Royal Plaza. Rina, yang sejak awal memang berniat ingin masuk Royal Plaza, dengan cepat mengunduh aplikasi dan menscan QR Code yang disediakan di papan dekat pintu masuk. Setelah selesai, dia tunjukkan ponselnya ke petugas. Setelah itu dia pun bisa melenggang masuk mencari barang yang dibutuhkan.
Namun tidak demikian dengan Agus, yang niatannya untuk ngemal hanya jalan-jalan setelah tutup beberapa lama seiring pemberlakuan PPKM Level 4. Dia terpaksa balik badan membatalkan niat masuk mal lantaran persyaratan mengunduh aplikasi PeduliLindungi.
“Wah, bisa makan memori banyak kalau pakai aplikasi segala,” ujarnya setelah mendapat penjelasan petugas. Selain itu, ada persyaratan lain yang membuat seseorang bisa masuk ke dalam mal, seperti telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama. Pengunjung yang memiliki riwayat kesehatan tertentu, sedang hamil atau tidak memenuhi syarat mendapatkan vaksin, wajib menunjukkan surat keterangan dokter dan tes Antigen (1×24 jam) atau tes PCR (2x24jam) dengan hasil negatif.
Hal sama juga berlaku bagi penyintas Covid-19. Anak di bawah usia 12 tahun dan lansia di atas 70 tahun tidak diizinkan masuk area mal. Persyaratan itu membuat mal terlihat semakin sepi. “Saya datang suasananya masih suepi,” ujar karyawan pengelola salah satu mal dihubungi Rabu (11/8/2021).
Kondisi yang sama terlihat di DTC. Namun, di mal ini masih banyak toko buka. Hanya saja pengunjungnya sangat sepi. Para penjaga toko menyebut, DTC semakin sepi karena ada syarat menunjukkan kartu vaksin bagi pengunjung tersebut.
“Pemilik toko tetap buka meski sepi sebab bila toh tutup tetap harus bayar service charge dan lainnya. Kami pilih buka saja, siapa tahu ada rezeki sebab satu dua pengunjung masih ada,” kata Rohman, penjaga salah satu toko di DTC, Rabu kemarin.
Sempat ada pengunjung DTC diminta menunjukkan kartu vaksin oleh petugas security ketika hendak masuk area parkir sepeda motor. Namun dia tidak bisa menunjukkan sebab memang belum vaksin. “Tapi saya dapat undangan untuk menghadap ke manajemen DTC mengurusi toko saya, kalau tidak bisa masuk gimana, padahal hari ini terakhir saya diminta menghadap manajemen,” kata Nuruddin Ali, yang mengaku memiliki toko di DTC. Setelah negosiasi, akhirnya pria itu dan temannya yang sama-sama tidak membawa kartu vaksin, diperbolehkan masuk DTC oleh petugas securiy.










