Ada Syarat Vaksin Bikin Mal Makin Sepi

oleh
Saat pandemi pengunjung antre masuk mal CITO untuk download aplikasi PeduliLindungi dan scan QR Code guna menunjukkan pengunjung sudah vaksin setidaknya satu kali. (Foto: Gatot Susanto)

Mengutip Kompas.com, peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus menilai penggunaan kartu vaksin Covid-19 sebagai syarat masuk pusat perbelanjaan termasuk mal sudah tepat. Menurut dia, cara ini mampu mengantisipasi penyebaran Covid-19 dan menekan angka kasus positif corona.

“Ini bagus untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 meski divaksin enggak jadi jaminan orang bisa terpapar lagi atau enggak. Cuma memang risikonya lebih ringan gejalanya,” kata Ahmad Heri Firdaus kemarin.

Dia menyebut, segala upaya untuk menekan angka penularan Covid-19 memang harus dilakukan agar ekonomi bisa pulih lebih cepat. Pulihnya ekonomi akan membantu warga bekerja dan berjualan kembali sehingga mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan.

“Tetap segala macam upaya yang bisa dilakukan untuk bisa mengendalikan pandemi ini bisa dilakukan,” tutur dia.
Menurutnya, melampirkan kartu vaksinasi Covid-19 sudah tepat karena mampu dijangkau semua orang mengingat pemerintah menyediakan vaksin gratis. Hal ini tentu berbeda dengan melampirkan hasil rapid test antigen atau swab PCR yang berbayar dan memiliki batas waktu tertentu.

Bahkan menurutnya, jika ada cara lain yang bisa dilakukan selain melampirkan kartu vaksin Covid-19, cara itu perlu diimplementasikan asal tidak mengganggu kegiatan ekonomi. “Pandemi ini bisa tersebar virusnya kalau ada kegiatan ekonomi, maka kegiatan ekonomi yang harus diterapkan pola prokes kesehatan ketat. Kita boleh beraktivitas, tapi harus makin ketat prokesnya,” katanya. (ret/gas)