Ada Syarat Vaksin Bikin Mal Makin Sepi

oleh
Saat pandemi pengunjung antre masuk mal CITO untuk download aplikasi PeduliLindungi dan scan QR Code guna menunjukkan pengunjung sudah vaksin setidaknya satu kali. (Foto: Gatot Susanto)

Saat ini 24 mal yang ada di Surabaya boleh beroperasi dengan jumlah pengunjung 25% saja dari total kapasitas yang ada. Saat usai PSBB tahun lalu, mal bisa menerima pengunjung 50%. Angka ini akan memengaruhi upaya pemulihan manajemen mal.

“Di tahun lalu kami masih optimis. Tahun ini dengan pemberlakuan yang jauh lebih ketat, kami masih belum tahu akan recovery kapan. Yang pasti dengan dibukanya mal kembali, karyawan tenant di mal bisa kembali mendapatkan pekerjaannya. Kami tak ingin jauh berpikir tentang pemulihan ekonomi dulu,” tandas Sutandi.

Sementara hari kedua mal Tunjungan Plaza, Rabu kemarin, pengunjung tampak lebih banyak dibanding hari pertama. Bertepatan hari libur nasional, warga yang sudah vaksin dan memenuhi syarat, terlihat meluangkan waktu masuk mal untuk berbelanja.

Pantauan pukul 14.47 WIB sekitar 6.349 pengunjung– dari total kapasitas mal 80.000 pengunjung–datang ke lokasi ini seperti bisa dilihat di aplikasi PeduliLindungi sebelum check in. Kebanyakan pengunjung selalu membawa barang belanjaan.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja (APPBI) Jawa Timur Sutandi Purnomosidi mengatakan, semua pengunjung dan pekerja di mal wajib mendonlowd aplikasi PeduliLindungi. Di sana ada 3 indikator saat menscan QR Code vaksinasi.
Jika berwarna hijau, artinya pengunjung dan pekerja di mal sudah divaksin 2 kali. Kalau kuning baru 1 kali. Sedangkan merah belum divaksin. Sutandi menyebut hari pertama dan uji coba, jadi masih tahapan sosialisasi. Pihak mal akan tetap ikut aturan pusat, hanya pengunjung yang sudah tervaksin boleh masuk.

“Di setiap pintu masuk mal, termasuk dari pintu masuk parkiran, disediakan barcode tanpa terkecuali. Pengunjung harus menscan barcode tersebut,” kata Sutandi.