Banyak PMI Jatim Meninggal di Hongkong, Mengapa?: Tiga Jenazah Antre Dimandikan

oleh

Ada Asuransi

Sebaliknya, kata Fatimah, para PMI ini hidupnya cenderung wah. Selain penampilan fisik yang glamor, mereka juga makannya tidak terkontrol sehingga ada yang bisa disebut obesitas. Gemuk. Soal gemuk ini bahkan ada guyonan mereka mengalahkan gemuknya sang majikan. 

“Saya sering ingatkan agar ada uang gaji yang disisihkan untuk kesehatan. Misalnya cek kesehatan.  Tapi yang lebih penting lagi jangan makan enak berlebihan yang berpotensi kegemukan, kolesterol, lalu menggembol penyakit,” kata Hj Fatimah yang sering dipanggil “bundanya” para PMI ini sebab merupakan diaspora Indonesia yang memang tinggal menetap di Hongkong.

Keluarga salah seorang dari PMI yang meninggal sempat menanyakan hak-hak PMI tersebut. Misalnya, soal asuransi. Namun ketika ditanyakan ke agen di Hongkong, dia hanya mendapat jawaban bahwa yang ada uang penghargaan selama kerja  atau dikenal sebagai long service. 

“Tapi teman-teman PMI lain menyebut ada asuransi. Mangkanya saya cari info ke KJRI dan teman-teman yang benar bagaimana? Agen di Hongkong memberi jawaban tidak ada, kalau agen di dalam negeri sudah lama menghilang,” kata salah seorang anggota keluarga PMI yang meninggal dunia, Rabu (13/10/2021). 

Ketua Garda Buruh Migran Indonesia (BMI) Imam Subali membenarkan bahwa PMI yang berangkat ke negara tujuan kerja secara legal akan mendapatkan asuransi.

“Kalau almarhumah berangkat secara prosderal atau resmipasti ada asuransinya karena bagian dari tahapan proses penempatan PMI di luar negeri. Itu harus diasuransikan. Tolong kami diberi datanya, nanti kami cek di database Garda BMI,” katanya. (gas)

No More Posts Available.

No more pages to load.