SURABAYA| DutaIndonesia.com – Sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim) sudah mulai diguyur hujan. Sedang di Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya potensi hujan ringan hingga sedang terjadi pada Rabu (15/11/2023) dini hari. Surabaya belum hujan karena saat ini secara umum untuk wilayah Jatim masih memasuki musim pancaroba.
“Hujannya sendiri yang turun tidak merata dan cenderung hujan lokal. Untuk awal musim hujan di wilayah Jatim tidak merata, seperti untuk Surabaya, Gresik, Lamongan, Bangkalan dan Mojokerto diprakirakan Desember dasarian ke-1 hingga 2. Untuk Rabu ini kami prakirakan hampir seluruh wilayah kabupaten di Jatim akan diguyur hujan dengan intensitas ringan sampai sedang,” kata Arif Krisna, prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Juanda Surabaya kepada DutaIndonesia.com dan Global News, Rabu (15/11/2023) pagi.
Untuk suhu udara di Kota Surabaya, kata dia, juga terasa panas sekali karena saat ini posisi matahari berada di lintang selatan. Yang mempengaruhi tinggi rendahnya suhu antara lain posisi matahari, perawanan, dan vegetasi wilayah setempat.
Suhu udara tertinggi yang terjadi pada 13 November kemarin, tercatat di Kabupaten Lamongan dengan suhu 37,2°C dan Jombang 37,0 derajat Celcius. Sementara daerah lain di Jatim rerata 36,8 derajat Celcius.
Karena itu, kata dia, BMKG mengimbau warga Surabaya dan sekitar agar waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu alias mendadak. Jika sudah melihat adanya awan Cumulunimbus berwarna hitam pekat yang menjulang tinggi, misalnya, segera waspada terhadap cuaca buruk dan angin kencang sesaat yang bisa ditimbulkan dari awan tersebut.
“Hindari papan reklame, pohon yang rawan tumbang dan jika sedang dalam perjalanan terjebak cuaca buruk dengan jarak pandang terbatas, diimbau untuk mencari tempat berhenti yang aman dan tetap jaga kondisi kesehatan,” kata Arif Krisna.

BMKG juga meminta para wisatawan yang hendak mengunjungi destinasi wisata di Jatim agar melihat data prakiraan cuaca yang disampaikan oleh lembaganya. Misalnya di Taman Safari Prigen diperkirakan turun hujan pada Rabu siang.
Begitu pula Kota Wisata Batu Rabu siang hingga malam diprakirakan juga turun hujan. Selain itu Air Terjun Coban Rondo, Air Terjun Sedudo, Telaga Sarangan, Pantai Pasir Putih Situbondo, dan Kawah Ijen, juga diguyur hujan.
Waspadai Penyakit
Memasuki musim pancaroba sekarang rawan terjadi penyakit terhadap manusia maupun hewan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sampai bulan November 2023, tercatat ada 70.600 kasus DBD di seluruh Indonesia dan masih ada sekitar 506 kematian. Seiring datangnya pancaroba, data tersebut bukan tidak mungkin meningkat lagi.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr Imran Pambudi MPHM mengatakan, di musim yang sudah memasuki penghujan, masyarakat perlu menerapkan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M (menguras, menutup, mengubur), dan meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah terjangkit penyakit demam berdarah dengue.
“Maka itu 3M terutama pemberantasan sarang nyamuk penting. Dan bagaimana menjaga daya tahan tubuh, karena musim pancaroba biasanya orang gampang flu,” kata Imran dalam diskusi tentang pencegahan DBD di Jakarta baru-baru ini.
Demam berdarah dengue (DBD) adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue. Gejala DBD antara lain demam tinggi, sakit perut intens, hingga muntah darah.
Pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M juga bisa menjadi upaya menekan angka kematian akibat DBD yang ditargetkan menjadi nol kematian di tahun 2030.
Sebelumnya, dokter spesialis penyakit dalam dari Kelompok Staf Medis RSUPN dr Cipto Mangungkusumo, Dr dr Leonard Nainggolan SpPD-KPTI, mengatakan, musim pancaroba dianggap dapat memunculkan kasus DBD ketimbang musim hujan. “Kalau hujan terus menerus, air kan mengalir, itu enggak masalah. Tapi kalau hujannya berhenti lalu hujan lagi, justru sering tergenang air,” ujarnya.
Di musim yang memasuki penghujan, dikhawatirkan tempat penampungan air yang tidak dibersihkan akan menjadi sarang nyamuk yang membawa virus DBD. Selain itu, perilaku nyamuk juga bisa menyebabkan tingginya angka kasus kejadian DBD, karena pada suhu panas, nyamuk akan lebih sering menggigit sebanyak dua kali sehari. Sedangkan pada suhu rendah, nyamuk menggigit lima hari sekali.
Yang harus jadi perhatian, sebagaimana dikatakan dr Dirga Sakti Rame MSc, SpPD, orang dewasa usia produktif, secara data tercatat meningkat dalam kasus terkena penyakit DBD. “Kalau lihat data persentase orang dewasa usia produktif meningkat, artinya makin banyak orang dewasa kena DBD,” ujar spesialis penyakit dalam dari FKUI itu pada diskusi tersebut.
Dirga menjelaskan, usia dewasa produktif lebih sering sudah mengalami penyakit komorbid seperti diabetes, gagal ginjal dan lain-lain. Sehingga jika terkena penyakit dengue bisa lebih berat.
Dia menambahkan, setiap orang selama hidupnya bisa terkena DBD sebanyak empat. Penyakit ini juga tidak pandang bulu dan bisa mengenai anak hingga dewasa. Pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M plus bisa menjadi upaya menekan angka kematian akibat DBD yang ditargetkan menjadi nol kematian di tahun 2030.
Sementara itu Kepala DKPP Kota Kediri M. Ridwan mengimbau kepada masyarakat, agar senantiasa memantau dan menjaga kesehatan hewan ternaknya disaat memasuki musim pancaroba.
“Kami ingatkan agar pemilik hewan ternak selalu menjaga kebersihan kandang, yakni dengan memberikan disinfektan, dan memberikan makanan yang cukup serta bersih, atau tidak bercampur air hujan, dan juga pemberian penambahan vitamin hewan,” kata Ridwan, Selasa (14/11/2023).
Hal ini menurut Ridwan harus dilakukan mengingat belakangan ini banyak ditemukan hewan ternak yang mulai terpapar flu, akibat pergatian musim. Lebih lanjut, Ridwan mengaku, musim pancaroba tak hanya mengancam kesehatan hewan ternaknya, melainkan juga terhadap hewan unggas.
Perubahan musim berpengaruh terhadap daya tahan tubuh hewan ternak. Selain flu, jenis penyakit lain yang dapat menyerang hewan ternak adalah diare dan mencret-mencret.
Biasanya hal ini dipicu oleh pemberian pakan rumput yang masih basah. Itu tidak terlepas dari kebiasaan peternak yang menyabit rumput pada pagi hari, sehingga rumput yang didapat masih dalam kondisi basah.
Rumput yang masih basah mengandung kadar air tinggi dan serat kasar rendah. Jika langsung diberikan ke hewan ternak, maka bisa mengalami kembung dan diare.
Rumput yang masih basah, apalagi jika disimpan di dalam karung semalam, akan memunculkan pucuk baru atau rumput muda. Jika disimpan dan dimakan hewan ternak bisa mengakibatkan diare. Hewan ternak yang terserang diare, disarankan untuk dilakukan pengobatan. Bisa memakai pengobatan alami atau obat kimiawi yang dijual di toko pakan ternak. (gas/bjc)













