Catatan Pameran Moving, Spontan dan Instingtual

oleh

Ia tidak menggubah atau mencoba mengkonstruksi sebuah bentuk, sehingga efek yang dihasilkan dari sabetan kuas, cipratan cat, lelehan dan semprotan atau hal – hal tidak terduga dalam intensitas itu menampakkan sisi estetika dan artistiknya tersendiri.

 Namun, dalam kebebasan  berekspresi secara abstraktif itu, ia masih berharap akan hadirnya kemungkinan pemaknaan – pemaknaan yang diserahkan kepada audiensinya. Pengamat / penonton seolah ditantang untuk bereaksi dan berasosiasi bebas terhadap getaran karyanya. Entah apa sebenarnya yang diinginkan Rifai masih belum bisa diketahui.

Rifai mengobar kanvas dengan citraan non figuratif. Kombinasi besutan kuas dan semprotan spray saling bersilangan. Ia menyadari bagian – bagian yang harus digelapkan dengan tumpukan warna yang lebih terang, sehingga tumpang tindih warna itu mengesankan kedalaman.

Beberapa kebutuhan warnanya dipilih begitu saja, hitam selalu menjadi kunci untuk menciptakan kesan berbeda, memadat dicela tertentu. Secara piktorial, naluri artistiknya bekerja automatik dengan sedikit mempertimbangkan transisi warna. 

Warna – warna kontras juga menyebar dalam karya – karya Aam. Seperti warna merah ditabrakkan dengan warna hijau dan warna orange bersanding dengan warna biru atau ungu. Ia menaruh warna cenderung lebih acak, bertumpuk – tumpuk, menciptakan gradasi secara tidak sengaja dengan bagian – bagian yang jelas. 

Warna – warna itu menjadi impresi keramaian yang dihidupkan oleh garis hitam, selanjutnya terkadang garis putih, lalu garis hitam itu difungsikan sebagai outline untuk membentuk sebuah deformasi figur, sejenis monster, alien atau wajah manusia asing. 

No More Posts Available.

No more pages to load.