Nilai Humanitarian
Usai pidato kunci, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi para panelis yang dibagi menjadi enam panel. Meski presentasi dilaksanakan secara paralel, rupanya peserta tetap antusias mengikuti hingga selesai acara. Bahkan tidak jarang peserta meminta agar diskusi panel bisa diperpanjang waktunya mengingat materi-materi yang disampaikan para presenter begitu memikat.
“Kami memberikan ruang bagi para presenter untuk bisa memaparkan materinya pada acara pembukaan agar publik khususnya masyarakat Indonesia bisa menikmatinya tanpa harus mengikuti secara penuh kegiatan konferensi selama satu minggu ke depan,” kata Wakil Ketua PCINU Belanda, Yus Sa’diyah Broersma.
Acara pembukaan konferensi internasional ini ditutup oleh pemaparan dari Katib Aam Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Dalam pemaparannya, Gus Yahya menyebutkan bahwa sejak dua tahun lalu, dia telah berkomitmen untuk mendukung penuh konferensi yang diadakan oleh PCINU Belanda. Kegiatan semacam ini merupakan ikhtiar yang sejalan dengan perjuangannya dalam mewujudkan tata dunia yang baru berdasarkan nilai-nilai humanitarian dan etika universal.
Gus Yahya mengingatkan bahwa situasi dunia sedang tidak baik-baik saja. Seperti dalam tema utama yang diangkat dalam konferensi ini yakni bagaimana membayangkan peran agama dalam dunia yang sedang krisis seperti yang kita hadapi saat ini.
Krisis tersebut tidak hanya dalam bentuk pandemic Covid-19 saja melainkan juga krisis multidimensional. Diperlukan visi besar yang melampaui berbagai krisis yang terjadi tersebut. Salah satu yang kerap disampaikan oleh Gus Yahya adalah visi untuk mencapai tata dunia yang harmonis dan berkeadilan. Forum-forum internasional seperti konferensi ini sekali lagi bisa menjadi ajang untuk mempertajam cita-cita tersebut.
“Apa yang disampaikan oleh Gus Ulil maupun Gus Yahya menjadi pemantik bagi para presenter untuk bisa berkontribusi lebih besar pada kegiatan ini selama seminggu ke depan.” tambah Yus Sa’diyah yang juga merupakan Ketua Panitia Konferensi dua tahun lalu.
“Kami berterima kasih atas dukungan berbagai institusi antara lain Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Netherlands-Indonesia Consortium for Christian Muslim Relations (NICMCR), dan Nuffic-Neso NL Alumni Network Indonesia hingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan sukses,”kata Yus. (*)
- Penulis adalah Ketua Panitia Konferensi PCI NU Belanda.













