Pesona Budaya Kalimantan
Tampak Batik Tenun Vi dari Balikpapan karya Benz tampil memesona pengunjung IFW 2022. Karya ini selaras dengan tema “Magnificent Borneo”.
Tema ini sebenarnya merupakan rangkaian tema IFW Tahun 2020 yang tidak bisa digelar karena pandemi covid-19. Presiden IFW 2022, Poppy Dharsono, berharap ajang IFW 2022 bisa menjadi penyemangat bagi para pelaku industri fashion di Tanah Air untuk terus menciptakan karya-karya terbaiknya. Apalagi kini industri fashion masih belum sepenuhnya pulih.
Empat ikon model IFW 2022 ikut tampil membuka parade dari 40 desainer pilihan dalam upacara pembukaan IFW 2022. Tiap desainer menampilkan koleksi terbaiknya dengan sentuhan budaya Kalimantan.
Sebenarnya desainer dari 18 negara juga hendak berpartisipasi, namun karena ketegangan Rusia-Ukraina dan juga kekhawatiran akan covid-19, mereka terpaksa batal hadir pada tahun ini.
Dalam upacara pembukaan IFW 2022, Poppy Dharsono menjelaskan alasan mengapa memilih Borneo untuk menjadi tema IFW tahun ini. Menurut dia, karena selama ini daerah Kalimantan masih belum terdengar gaungnya di dunia fashion jika dibandingan daerah-daerah lain. Seperti Sumatera, Bali, NTT, atau bahkan Jawa.
“Borneo belum pernah kita touch. Setelah 2 tahun ini nah kita terus touch Borneo. Sekarang semua orang pakai. Saya kira Indonesia Fashion Week mampu memotivasi fashion di Borneo sendiri. Dan craft, fashion, ditransformasikan ke fashion craft yang nantinya bisa memberikan value added,” kata Poppy Dharsono.
Para desainer sendiri menyambut gembira IFW 2022 sebab mereka telah menanti sejak dua tahun lalu. “Dua tahun pandemi, kita tetap berkarya. Tapi memang enggak ada gregetnya, jadi kita pun kerja online saja. Dengan adanya Indonesia Fashion Week 2022 ini kayak telur pecah, akhirnya terlaksana,” ujar desainer brand Yoha, Yoha Friska Meifanny.
Yoha bercerita kalau dirinya menampilkan karya-karyanya yang sudah didesain sejak akhir 2019. Karya tersebut seharusnya dibawa saat IFW 2020, namun pertunjukan itu batal akibat adanya pandemi Covid-19. Akhirnya, setelah dua tahun tersimpan, karya baju muslim syari dengan tema AM to PM yang dibuatnya sejak dua tahun lalu itu bisa dipamerkan ke publik.
“Desain sudah dari Desember 2019. Niatnya mau buat IFW April 2020. Tapi acaranya batal, jadi akhirnya aku simpan lagi. Tapi itu enggak berubah warna sama sekali, gak berubah bentuk, semua masih bagus,” tuturnya.
Berbeda dengan desainer Emildasyari, Rina Emilda. Ia menyampaikan kalau setiap pakaian muslim syari yang dibawanya ke IFW 2022 menjadi desain baru dan menjadi edisi spesial Ramadhan dan Idul Fitri.
“Persembahkan selama 9 tahun memulai industri fashion ini, saya sebut ini menjadi karya terbaik dengan rancangan full detail, layer, rampil, kombinasi pile broket. Saya ingin buat keindahan baju syari,” ujarnya dikutip dari suara.com. (gas)













