Drama Novel Baswedan Cs Dipecat KPK Direkrut Polri, TWK Mubazir?

oleh
Novel Baswedan dan 55 pegawai KPK yang dipecat melakukan konsultasi dengan Komnas HAM dulu sebelum mengambil sikap. (Foto: detik.com)

Sikap Komnas HAM

Untuk itu Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meyakini bahwa langkah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo merekrut 56 pegawai KPK menjadi ASN Polri sebagai sikap Presiden Jokowi atas polemik TWK pegawai KPK. Hanya saja, Komnas HAM perlu merasa perlu mendapat kepastian dari Jokowi apakah sikap tersebut diambil dengan berpedoman pada rekomendasi Komnas HAM terkait TWK atau tidak.

“Penting bagi Komnas HAM untuk mendapatkan penjelasan langsung dari Presiden, apakah ini merupakan bagian dari temuan dan rekomendasi Komnas HAM,” kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, seperti dikutip dari  Kompas.com, Rabu (29/9/2021).

Anam mengatakan, penjelasan itu diperlukan untuk mengetahui jika Jokowi berpedoman dengan menggunakan rekomendasi Komnas HAM, apakah rekomendasi itu dijalankan seluruhnya atau sebagian. Anam pun mengingatkan jika 56 pegawai KPK itu hendak direktut ke instansi kepolisian, maka statusnya tetap peralihan menjadi ASN.

“Artinya sistem umum bagi ASN yang melamar tidak boleh diterapkan,” katanya. Dia juga menegaskan bahwa temuan pelanggaran HAM dalam penyelenggaraan TWK salah satunya lahir dari proses yang melanggar hukum, terselubung, dan ilegal. “Kondisi ini harus dijadikan konteks dasar dalam kebijakan Presiden,” ungkapnya.

Anam menyebutkan bahwa dia tetap menjadikan rekomendasi Komnas HAM sebagai rujukan utama melihat polemik TWK.  “Dan kami berharap mendapat penjelasan langsung Presiden, terkait penjelasan substansi Kapolri,” katanya.

Di tempat terpisah mantan Ketua KPK, Abraham Samad, juga mendesak Presiden Jokowi bersikap tegas terkait masalah ini dengan memerintahkan agar 56 pegawai KPK yang hendak diberhentikan pimpinan KPK segera diangkat menjadi ASN di KPK, bukan di instansi lainnya, seperti Polri.

“Karena para pegawai yang diberhentikan itu bukanlah orang pencari kerja, tapi mereka orang-orang yang selama ini berjuang memberantas korupsi di KPK secara sungguh-sungguh. Dan mereka pula yang selama ini tetap menjaga integritas KPK dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu,” kata Samad kepada awak media di Jakarta, Rabu, 29 September 2021.

No More Posts Available.

No more pages to load.