PARIS| DutaIndonesia.com – Pengusaha ekspor-impor asal Indonesia di Prancis, Agus Kurniawan, belum gembira menapaki awal tahun 2024. Pasalnya, menurut pengusaha asal Yogyakarta ini, kondisi ekonomi global sejatinya masih seperti ketika terjadi pandemi Covid-19 dua tahun lalu. Masih suram.
“Kondisinya seperti Covid lagi. Khususnya dunia pelayaran yang sangat penting dalam kegiatan ekspor-impor. Karena sekarang balik seperti pas Covid lagi. Harga tiap minggu berubah,” kata Agus “Pego” Kurniawan kepada DutaIndonesia.com dan Global News, Rabu (10/1/2024) siang.
Dia lalu mengutip informasi dunia pelayaran yang mengkhawatirkan pasca ketegangan antar-negara terkait kondisi geopolitik. Khususnya di Selat Bab el-Mandeb yang menghubungkan Benua Asia ke Eropa dan Amerika yang sedang berbahaya bagi perdagangan dunia.
“Pada Desember 2023, sebuah rudal yang ditembakkan Houthi, nyaris mengenai kapal kontainer di Bab el-Mandeb. Lalu ada kekhawatiran pembajakan meskipun telah menurun secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, insiden terisolasi masih terjadi di Teluk Aden, berdekatan dengan Bab el-Mandeb. Ini membutuhkan kewaspadaan terus-menerus dan kerja sama internasional untuk memastikan keamanan maritim,” katanya.
Selain itu, kata dia, juga masalah lingkungan. Ekosistem unik Laut Merah rentan terhadap polusi dan dampak perubahan iklim. “Peningkatan lalu lintas kapal melalui Bab el-Mandeb meningkatkan kekhawatiran tentang potensi dampak lingkungan,” katanya.
Namun demikian, pemilik toko kerajinan asal Indonesia di Prancis Selatan ini tetap optimistis perekonomian tahun ini akan semakin membaik sehingga kegiatan ekspor dan impor bisa kembali normal. “Kalau bisa ya ekspor meningkat di tahun 2024 ini,” kata Agus.
Pemilu dan Geopolitik
Sejumlah lembaga dan institusi keuangan internasional juga memperkirakan hal serupa. Pertumbuhan ekonomi dunia di 2024 akan lebih berat dibanding dengan 2023.
Hal yang sama juga diungkap oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia 2024 lebih rendah ketimbang tahun lalu.
“Seluruh proyeksi dari lembaga multilateral maupun berbagai badan dan analis tampaknya menunjukkan bahwa pertumbuhan di tahun 2024 ini akan lebih rendah daripada tahun 2023,” kata Mahendra, Selasa (9/1/2024).
Proyeksi rendahnya pertumbuhan ekonomi global pada 2024 dipicu oleh belum pulihnya perekonomian di China hingga Eropa. Seperti diketahui, negeri Tirai Bambu tersebut merupakan salah satu raksasa ekonomi dunia yang memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian negara lain.
Faktor lainnya yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2024 adalah ketegangan geopolitik. Salah satunya konflik antara Israel dan Palestina yang masih terus berlanjut hingga memasuki awal tahun ini. “Risiko dari ekskalasi geopolitik berpotensi menekan kinerja perekonomian global lebih lanjut,” ucap Mahendra.
Selain itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi global di 2024 lebih rendah dibandingkan 2023 akibat kegiatan Pemilu di berbagai negara yang berisiko terhadap stabilitas perekonomian. OJK mencatat, aktivitas pemilu secara bersamaan akan berdampak terhadap 50 persen populasi penduduk dunia.
“Kita lihat juga bahwa di tahun 2024, secara bersamaan di negara-negara yang merepresentasikan lebih besar dari 50 persen populasi dunia akan menyelenggarakan pemilihan umum, termasuk Amerika Serikat yang besar dan akan mempengaruhi juga stabilitas dan ketidakpastian geopolitik dunia,” ujar Mahendra. (gas/l6)












