Keep Your Root…!

oleh
Imam Shamsi Ali (Foto: CNNIndonesia)

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya membangun keluarga yang solid dan sukses, antara lain:

Satu, pentingnya meluruskan niat dalam menikah dan membangun rumah tangga. Dalam bahasa umumnya, visi (niat) dalam pernikahan atau dalam membangun rumah tangga itulah yang akan mewarnai langkah selanjutnya dalam kehidupan pasangan suami isteri, bahkan generasi manusia.

Tentu niat yang kita maksud adalah bahwa pernikahan itu bukan sekedar aktifitas sosial. Tapi lebih mulia sebagai bagian dari upaya mencari ridho Allah SWT. Di sinilah sesungguhnya makna menikah sebagai ibadah dalam Islam. 

Dua, ilmu menjadi prasyarat keberhasilan segala hal dalam kehidupan. Termasuk dalam pernikahan itu sendiri. Ilmu tentang manajemen keluarga, bahkan ilmu tentang pasangan itu sendiri. Biasanya saya menekankan urgensi untuk belajar tentang pasangan. Agar terjadi penyesuaian-penyesuaian dalam banyak hal. 

Tiga, pernikahan harus terbangun di atas cinta dan kasih. Cinta sesungguhnya menjadi energi utama dalam menjaga hubungan suami-isteri. Untuk itu cinta harus disyukuri sebagai karunia Ilahi. Kesyukuran dalam arti menjaga dan menguatkan. Semakin lama pernikahan seharusnya cinta pasangan semakin kuat.

Empat, salah satu nilai dan karakter mulia manusia adalah “tawadhu” (humbleness). Dan ketawadhuan itu harus bermula dari rumah tangga. Suami-isteri harus menyadari Urgensi ketawadhuan. Tawadhu’ dalam rumah tangga adalah pentingnya menyadari kekurangan masing-masing pihak di satu sisi. Dan di sisi lain masing-masing pihak merasa ada sesuatu kelebihan untuk disumbangkan dalam kehidupan bersama. Di sinilah salah satu makna jika laki dan wanita itu adalah “libaas” (pakaian). Artinya saling menyempurnakan.