Mendirikan NU
Perempuan kelahiran Kabupaten Cirebon ini bersama suaminya yang asal Kabupaten Kuningan berusaha mengembangkan NU dan badan otonomnya di negeri jiran Malaysia. Mimin memimpin Muslimat NU dan Ustadz Liling, sang suami, menjadi salah seorang perintis NU. Saat itu pada tahun 1999, pasutri ini bersama tim 9, di antaranya Hj Nasikhin, Miftahurrohim, H Hamdun, Mislakhuddin, bersepakat mendirikan NU dan banomnya dalam rapat di kediaman pasangan Ustad Liling dan Mimin di Kuala Lumpur. Mimin kemudian merintis berdirinya Muslimat yang juga dilakukan di kediamannya. Saat ini Mimin dan suaminya tinggal di kediaman No 52 lorong Sg Mulia 5 BT 5 Jalan Gombak 53000 Kuala Lumpur.

Mimin menceritakan, dirinya merantau ke Malaysia sejak 1994. Setelah lulus dr IKAHA Tebuireng Jombang dia ikut suaminya, Ustadz Liling, mengajar mengaji di negeri itu. Sebagai seorang santri dan Nahdliyin, sang suami dan dirinya berkeinginan untuk mengembangkan NU di negeri asing.
Sebelum mendirikan Muslimat, Mimin Mintarsih pernah menjadi pengurus Fatayat NU yang dirintis oleh mahasiswi-mahasiswi Indonesia yang ada di Malaysia pada tahun 2005. Mimin menjadi pengurus Fatayat NU selama 6 tahun. Kemudian dia menjadi ketua selama 3 tahun.
“Yang mempunyai ide untuk mendirikan Fatayat adalah para mahasiswi yaitu Alimul Muniroh, Qorrutl A’yun, Aliyah Alimul dan Fatonah. Mereka semua sudah tidak ada di Malaysia,” katanya.












