Mencari Keluarga
Judy hanya diberi data foto copi paspor Rasinem tahun 2013. Berbekal data itu, Judy pun bergerak mencari alamat yang bersangkutan. Langkah pertama yang dilakukan adalah men-sharenya di grup whatsApp.
“Saya langsung posting hari Sabtu itu juga. Lalu dua jam setelah posting saya dapat data keluarganya dari banyak teman. Tapi saya harus cek dan ricek data dari sejumlah orang itu. Tapi hanya satu yang bisa memberi identitas, berupa ijazah, foto dan kartu keluarga ibunya. Itu Pak Kaswan,” kata Judy.
Berbekal data itu Judy mengerahkan tim relawannya, antara lain M.Z. Daniel dan Mbak Adelia, untuk berbagi tugas. Mereka mendatangi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) yang ternyata tak ada nama Rasinem. Kemudian bergerak ke Kantor Disnaker Kab. Cilacap.
“Kepada Disnaker kami menanyakan data Rasinem diberangkatkan PT apa? Ternyata dia diberangkatkan PT Mitra Sinergi Integritas di Grogol Jakarta Barat tahun 1995. Lalu kami minta Pak Lurah Tritih Kulon, Cilacap Utara, untuk membuatkan surat yang menyatakan bahwa Rasinem adalah benar anak dari ibu Satem, warga Jl. Sengon, Tritih Kulon. Surat ini untuk kami serahkan ke KJRI dan rumah sakit. Saat itu Rasinem sudah dinyatakan oleh dokter kondisinya kritis dan tak ada harapan hidup. Sesuai SOP Rumah sakit, pihak RS harus mencari kepastian dari keluarga, termasuk soal pemulangan jenazah,” katanya.
Dua hari kemudian, Senin 10 Januari 2022, petugas dari Disnaker Cilacap mengunjungi rumah ibu almarhumah untuk membuat surat pernyataan tersebut yang kemudian dikirim ke Hongkong. Surat dari Cilacap diserahkan ke Dinas Kesejahteraan Sosial Hongkong (Social Welfare Hongkong), yang selama ini menampung Rasinem saat berstatus “paperan”. Dinas Sosial Hongkong ini juga yang menanggung biaya pengobatannya.
Selanjutnya, pihak rumah sakit melakukan video call dengan pihak keluarga di Cilacap untuk menunjukkan kondisi almarhum. Pihak RS menunjukkan wajah Rasinem sekaligus menceritakan detail soal sakitnya.
“Tapi karena mereka tak faham bahasa medis, jadi masih ngambang soal penyebab sakitnya. Pihak rumah sakit mengatakan bahwa semua metode medis sudah dilakukan tapi tak ada respon dari pasien sehingga dipastikan tak ada harapan. Saat itu saya juga ikut mendengarkan,” katanya.













