KUALA LUMPUR|DutaIndonesia.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan Pusat Sumberdaya Wilayah dan Kuliah Kerja Nyata (PSW-KKN) Universitas Negeri Malang (UM) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengirimkan 20 mahasiswa ke Malaysia. Dua di antaranya di Sanggar Bimbingan Hulu Kelang, Kuala Lumpur, Malaysia. Tujuannya
untuk mengaplikasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan mahasiswa sebagai pelopor terbentuknya peradaban yang maju.
Tim Pengabdian Masyarakat Internasional UM dengan persetujuan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL),Ibu Dr. Desti Nur Aini, S.S., M.Pd, menyelenggarakan program kerja terkait pengelolaan administrasi pada Sangar Bimbingan Hulu Kelang. Program kerja ini merupakan satu di antara program kerja lainnya yang dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Hulu Kelang ini. Tujuannya membantu pengelola lembaga pendidikan itu senantiasa memperhatikan kegiatan atau data yang dimiliki sanggar agar lebih terstruktur.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa pengabdian masyarakat UM memulai dengan melakukan observasi pada pengelolaan administrasi Sanggar Bimbingan Hulu Kelang dan dilanjutkan pembuatan draft administrasi yang disosialisasikan pada pengurus dan guru. Hal itu sekaligus untuk mendapatkan persetujuan terkait kebijakan administrasi yang akan dilakukan oleh mahasiswa UM tersebut.
Di antara pengelolaan administrasi pada Sanggar Bimbingan Hulu Kelang ialah melakukan pembuatan buku sarana prasarana, buku anekdot, buku inventaris, buku klapper siswa, buku kas, dll. Hal ini agar sistem pengelolaan administrasi di sanggar tetap terjaga dan terawat dengan baik.
Tidak hanya itu, mahasiswa UM juga telah membuat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pembuatan KTSP juga memperhatikan situasi dan kondisi bahwa siswa-siswi Sanggar Bimbingan Hulu Kelang yang masih perlu dibina seperti perkembangan murid terutama murid-murid yang berada di bawah rata-rata. Oleh karena itu, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pantas dijadikan sebagai acuan sanggar guna meningkatkan mutu Pendidikan kemandirian. Siswa pun tidak dituntut untuk menguasai semua mata pelajaran, sehingga pemberian nilai guru terhadap siswa menjadi lebih mudah. (fal)











