Sebenarnya saya sudah kembali Senin lalu dari perjalanan roadtrip ke bagian paling utara negeri Jepang. Speedmeter mobil mencatat total perjalanan roadtrip yang saya lakukan kali ini 5.424 km. Lalu apa yang saya petik dari perjalanan ini? Banyak sekali pelajaran berharga.
SAYA sekarang jadi mulai mengenal kehidupan orang Jepang lebih baik. Mulai lifestyle-nya hingga bagaimana membuka hubungan interaksi dengan mereka yang biasanya terkenal cuek, individual, dan tertutup.
Dalam perjalanan ini saya diberi pelajaran tentang kehidupan, seperti apa masa tua yang ingin saya jalani.
Juga tempat apa yang paling berkesan?
Dan tempat yang paling berkesan versi mamak, anak dan papanya adalah bagian paling utara negara Jepang. Ya, sebuah kota kecil, Wakkanai, namanya. Kota ini terletak di bagian paling ujung pulau yang berbatasan langsung dengan negara Rusia.
Kami menginap di sebuah hotel terbesar dan tertinggi di kota itu. Lokasinya, di ujung Peninsula Cape Noshappu. Dalam cuaca yang cerah kami bisa melihat dalam kesamaran daratan pulau yang berada di wilayah negara Rusia.
Kereta Api pun masih belum tembus ke Wakkanai. Perjalanan ke sini hanya bisa dilakukan dengan bus atau kendaraan pribadi.
Walaupun Wakkanai menjadi tonggak perbatasan negara tapi Wakkanai sendiri bukan daerah yang kaya. Bukan pula daerah pertanian yang hasil alamnya melimpah. Penghasilan utama warga justru menjadi nelayan dan beternak.
Hal paling berkesan yang kami temukan di Wakkanai adalah tempat ini bagaikan padang Savanah yang tak bertepi. Kandang raksasa bagi berbagai macam hewan. Alam dibiarkan senatural mungkin.
Melihat alam dan makhluk yang hidup dengan damai. Berdampingan. Tanpa rasa takut satu sama lain. Termasuk antara manusia dan hewan-hewan itu. Dan tentu saja tanpa beban.














