MOJOKERTO| DutaIndonesia.com – Madrasah Aliyah Istimewa (MAI) Amanatul Ummah menggelar Galaxy 6.0 (Greates Academyc in the large Andromeda In X-Tion Creativiyty 6.0) yang dibuka langsung oleh Prof Dr KH Saifuddin Chalim MA, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Sabtu (4/3/2023).
Tak tanggung-tanggung, sebuah panggung besar berdiri di halaman MAI. Panggung tersebut menghadap ke tenda besar, untuk penonton yang cukup untuk semua siswa MAI kelas 10 dan 11.
Pada kesempatan tersebut, Kiai Asep mengingatkan kepada para santri, agar tidak lupa apa visi, misi dan tujuan belajar di MAI Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.
Tujuan utama adalah menjadi manusia yang bermanfaat dan sukses dunia dan akhirat.
Untuk itu, seorang santri atau santriwati harus memiliki iman yang kuat, akhlak yang agung dan mulia, memiliki tanggung jawab akademis, badan sehat selalu dan memiliki rasa seni yang baik dan luhur.
Selain itu harus terus berkreasi.
Adapun acara tahunan Galaxy yang ke 6 ini antara lain, khotmil Qur’an, Seminar Galaxy 6.0, Workshop, Penampilan ajang seni para santri.
Juga dilakukan Olimpiade MIPA, PAI, Bahasa Inggris, Lomba membuat Poster, fotography dan membuat konten video singkat di tiktok.
Puncaknya Minggu malam besok, dengan menghadirkan grup band Aftershine dari Jogjakarta.
Big Fair
Seperti tak mau kalah, MBI Amanatul Ummah kelas 10 dan 11 juga menggelar pameran besar yang diberi nama MBI Big Fair yang ke 14.
Event yang digelar selama enam hari ini, menggelar 11 acara. Antara lain Olimpiade IPA- IPS, Olimpiade Bahasa Inggris, Olimpiade PAI.
Juga diadakan Musabaqoh Qurotul Qutub, Musabaqoh Tilawatil Qur’an, Lomba pidato bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
Selain itu juga diadakan story telling (cerita kisah), lomba cipta baca puisi dan kepramukaan dengan nama Galang Ceria.
M. Aditya Nur Rahman Ketua Panitia mengatakan bahwa peserta cukup banyak, hingga menolak saat pendaftaran. (M. Nuruddin)
Keterangan Foto:
Kiai Asep setelah memberikan sambutan pembukaan Galaxy 6.0, langsung meresmikan dengan memotong tali balon ungu. Setelah dipotong, balon pun terlepas membumbung ke atas, diiringi tepuk tangan sekitar 800 santri.











