Melihat WNI Bisnis Tahu Tempe di Turki: Persaingan Ketat Antar-WNI Maupun China dan Thailand

oleh

Belajar Sendiri

Utami mengaku, keluarganya di Kediri tidak ada yang membuat tempe. Justru keluarganya dikenal sebagai pembuat jamu Jawa.

 “Keluarga saya nggak ada yang usaha tahu tempe. Kalau dari keturunan sich peracik jamu Jawa. Jamu bikinan nenek saya terkenal  enak. Saya belajar sendiri membuat tempe,” ujarnya.

Sedang soal tahu, kata dia, sebenarnya bisa pula memproduksi sendiri. Namun produksi tahu lebih ribet. “Kalau tahu sempat buat sendiri juga tapi cuma beberapa kali. Bikinnya capek harus peras kedelai yang sudah di-blender. Jadi, saya kulakan saja di orang Uyghur,” ujarnya.

Meski sudah menikah dengan pria Turki, tapi Utami tetap harus kerja keras sebab memiliki tanggungan dua anak di kampung halamannya di Indonesia. Sedang dari suaminya sekarang, dia belum memiliki anak.

“Iya, saya menikah dengan orang Turki. Tapi tetap kerja karena saya ada tanggungan anak di Indonesia yang masih kuliah dan sekolah SMA. Saya kerja sebagai ART, suami kerja di hotel, tapi hotel cuma buka summer saja. Biasanya Bulan Mei – Oktober . Selebihnya dia berkebun. Gaji nanny (ART) di sini besar bila stay in (full), saya tidak,” katanya.

Karena itu, tidak ada kabar ART di Turki sampai harus kabur sebab bekerja terlalu berat seperti kabar yang sering dialami PMI di Uni Emirat Arab, misalnya. Namun, bila soal penipuan PMI atau TKW, kata dia, memang akhir-akhir ini sering terjadi, sehingga harus tetap waspada.

“Saya belum pernah dengar ada TKW di sini kabur, karena rata-rata di sini tidak terikat kontrak. Kalau penipuan sich iya, akhir-akhir ini banyak,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.