Menyambut New Normal dengan New York Indonesia Fashion Week: Jembatani Desainer Indonesia, Vanny Gandeng Miss New York

oleh
Produser New York Indonesia Fashion Week Vanny Tousignant bersama temannya pendiri Dangdut In America Rissa Asnan (kanan), dan penari Bali Indonesia yang juga seorang influencer Amazon Ida Wirasti (kiri) menikmati bakso bersama di restoran Indonesia @Sky Cafe Philadelphia.
Miss New York Fatena Williams

Vanny mengaku kagum kepada desainer Indonesia. Misalnya, ada karya desainer Indonesia berupa busana muslim, yang ada kerudungnya, tapi bila kerudung itu digeser sedikit bisa berubah menjadi baju biasa. Baju ini pun bisa dikenakan oleh siapa saja, tidak hanya muslimah.

“Orang Amerika suka karya yang semacam ini, sebab tidak bisa hanya mewakili golongan tertentu. Ini desain yang kreatif. Juga soal warna, harus disesuaikan dengan kondisi di Amerika. Misalnya sekarang musim panas, desain yang bagus juga harus disesuaikan dengan musim panas tersebut,” katanya.

Saat ini tim Vanny sudah siap. Mereka berasal dari beberapa negara. Selain itu ada juga yang dari Indonesia. Bahkan, Vanny menggandeng Fatena Williams. Miss New York USA 2016 dan Miss Tourism USA 2017. Yang menarik Fatena seorang professor di salah satu institute di New York City. Dia juga bekerja sebagai hotel management di New York City.

“Sejak tahun 2016 Fatena adalah salah satu Brand Ambassador saya sampai Februari 2020. Tahun ini Fatena Williams akan menjadi salah satu MC di acara saya New York Indonesia Fashion Week yang akan diselenggarakan pada tanggal 10 September 2021. Acara kami ini disponsorin oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York,” katanya.

Vanny sebagai founder dan producer NY Indonesia Fashion Week sangat senang mempunyai tim yang solid dan loyal. Mereka selalu mensupport di setiap acara-acara fashion yang dia selenggarakan selama ini. “Ya, baik di New York sendiri maupun di Eropa dan Canada,” katanya.

Tugas Fatema Williams sebagai ambassador salah satunya mempromosikan brand dari Vanny Tousignant. Yang menarik, para ratu kecantikan di Amerika, baik tingkat lokal apalagi Miss World atau Miss Universe, selain harus cantik, harus pula cerdas.

Memiliki kecantikan fisik maupun inner beauty. Bahkan dilihat latar belakang pendidikannya. Fatena Williams misalnya seorang profesor. “Di Amerika memang harus begitu. Menjadi putri yang dilihat latar belakangnya juga, harus pintar bukan hanya cantik saja,” kata Vanny.

No More Posts Available.

No more pages to load.