Tapi proses di Imigrasi ini sungguh sangat lama banget.
Bayangin, saya landing di Bandara Osaka pukul 09.00 pagi kalo tidak salah, dan selesai interogasi pukul 16.00 sore. Kebayang kan lamanya kayak apa? Habis itu dimasukkan ke ruangan sempit sekali mirip penjara, hanya bedanya ruangan ini ada pintunya. HP, laptop, Ipad, semua disita. Tidak ada akses apa-apa.
Selanjutnya pukul 17.00 temen saya datang dan akhirnya saya ngobrol bagaimna enaknya agar saya bisa balik ke Jakarta besok hari berikutnya, tapi ternyata yang ada ke Bali dulu, karena flight ke Jakarta tidak ada. Namun, saya keukeuh pengen flight ke ICN (Korea) saja, sebab kebetulan saya memang staf lokal Garuda Korea. Ini secara aturan memang tidak boleh, tapi setelah nego dengan maskapai yang flight ke Korea, akhirnya saya bisa terbang ke Korea pukul 19.30-an kalo tidak salah.
Begitu landing di Bandara Incheon saya pun sujud syukur. Selanjutnya saya merenung. Ada apa ini?. Saya ingat kembali alasan Imigrasi menolak saya masuk ke Jepang adalah saya tidak jelas mau ngapain di Jepang? Padahal intinerary ada dan saya print tapi ya sudahlah belum rezekinya. Dan dengar-dengar memang petugas tersebut paling rewel di Bandara Osaka. Dan mengapa pula Tuhan mempertemukan dengan petugas itu? Pasti ada hikmahnya. (Bersambung)













