Pilkades Serentak Jember, 11 Desa Rawan Ricuh

oleh
Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni

JEMBER|DutaIndonesia.com – Potensi terjadi kericuhan dan gangguan keamanan pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) terdeteksi oleh petugas Pemkab Jember yang ditugaskan melakukan pemetaan. Data yang dibocorkan kepada sejumlah media, tercatat ada 11 desa yang berpotensi ricuh saat pelaksaan Pemilihan.

Ketua Komisi A DPRD Jember Tabroni mengatakan, sejauh ini proses Pilkades serentak sudah memasuki tahapan penyiapan surat suara. “Sesuai jawal nantinya pada tanggal 17 November 2021 akan dimulai masa kampanye selama tiga hari,” ujar Tabroni, Rabu (17/11/2021) siang.

Meskipun para kadidat kepala desa sudah melaksanakan deklarasi damai dan selalu menjaga kondusivitas desa saat proses pemilihan berlangsung, namun pemantauan dan pemetaan tetap harus dilakukan. Pasalnya, jarak antar kandidat yang dekat dan fanatisme pemilih yang melekat akan mudah menjadi pemicu terjadinya konflik di lapangan.

“Proses pemetaan terus dilakukan sampai saat ini agar potensi konflik bisa ditekan. Dan sangat mungkin jumlah titik kerawanan bisa bertambah,”tandas Tabroni.

Sejauh ini lanjut Tabroni, berdasarkan hasil koordinasi bersama Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat atau Bakesbangpol, sementara tercatat ada 11 titik kerawanan, dari total 56 desa yang menggelar Pilkades serentak. Proses pemetaan lokasi rawan akan terus dilakukan, sehingga jumlahnya masih bisa bertambah.

Lebih jauh Tabroni menjelaskan, untuk anggaran keamanan dari TNI Polri sudah disiapkan dan tinggal dituangkan dalam hibah atau proses lainnya. Meski anggarannya hanya Rp 2 miliar, diharapkan pelaksanaan Pilkades serentak berlangsung damai. (Ahmad Hasan Halim)

No More Posts Available.

No more pages to load.