PP Muslimat NU Rayakan Harlah ke-80 di Malaysia

oleh

KUALA LUMPUR| DutaIndonesia.com – Peringatan Hari Lahir Muslimat Nahdlatul Ulama yang ke-80 kali ini agak beda. Sebab, jika biasanya dirayakan di Jakarta, pada tahun ini dirayakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dengan bertemakan Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban, peringatan dirayakan di Hotel Adamson, Kuala Lumpur, pada Kamis (30/4/2026) kemarin.

Hadir langsung dalam perayaan tersebut Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU Sekaligus Gubernur Jawa Timur, Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa, berikut 16 anggota lain Pengurus Muslimat NU dari berbagai tingkatan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Khofifah menyatakan bahwa setiap anggota Muslimat NU harus merawat berbagai tradisi keagamaan seperti diba, manakib, dan pembacaan selawat burdah.

Bergabung dengan organisasi Muslimat juga penting. Sebab, lanjutnya, setiap orang di akhirat nanti akan masuk surga bersama dengan kelompoknya. Karena itu, “jika kita berjuang di NU, maka kita akan diakui sebagai santri Mbah Hasyim [Asy’ari yang merupakan pendiri NU], dan akan masuk surga bersama Mbah Hasyim.”

Ketua Umum PCI Muslimat NU Malaysia, Dra. Mimin Mintarsih, juga berkesempatan memberikan sambutan. Dinyatakan olehnya bahwa PCI Muslimat NU Malaysia, melalui SBSM Sungai Mulia 5 yang dikelola para pengurusnya, sudah meluluskan enam angkatan lulusan tingkat sekolah dasar.

Selain itu, juga dilaporkan bahwa PCI Muslimat NU Malaysia sekarang sudah mendirikan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), termasuk juga sebuah bangunan asrama putri di kompleks pondok pesantren.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Kuala Lumpur, Bapak Danang Waskito. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan selamat atas hari lahir Muslimat NU yang ke-80. Ia juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PCI Muslimat NU Malaysia yang sudah banyak membantu KBRI Kuala Lumpur khususnya dalam bidang pendidikan.

Sebelum menghadiri acara peringatan tersebut, rombongan PP Muslimat NU berkesempatan melakukan kunjungan ke berbagai tempat. Di antaranya adalah ke Pondok An Nahdloh, Klang, yang merupakan pesantren yang didirikan oleh warga Nahdliyyin di Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, bangunan asrama putri turut diresmikan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Muslimat NU.

Selain melanjutkan kunjungan ke SBSM 5 Gombak, rombongan juga melaksanakan program sosialisasi bersama para Pengurus Ranting PCI Muslimat NU Malaysia terkait Pedoman Organisasi dan Administrasi (POAM). Program sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Ibu Tuty yang didampingi oleh Ibu Nyai Dra. Nurhayati Said Siradj.

Yang juga menarik, dalam acara tersebut disampaikan pembacaan seruan kepada Sekretaris PBB untuk membantu menghentikan perang yang sedang terjadi dan agar perdamaian di seluruh dunia dapat terwujud. Selain dalam bahasa Indonesia, seruan ini juga disampaikan dalam bahasa Inggris. (Mimin/Aziz)

No More Posts Available.

No more pages to load.