Bertolak Belakang
Peristiwa 30 September Pengkhianatan PKI sangat penting untuk diingat dan diketahui, apalagi oleh kalangan muda dari bangsa ini. Hal itu karena selain kekejaman kepada para tokoh, ksatria dan Pahlawan bangsa, juga karena PKI adalah pecundang dan pengkhianat negara.
Diperingatinya 1 Oktober, sehari setejah pengkhianatan PKI, sebagai hari Kesaktian Pancasila sesungguhnya memiliki makna yang dalam. Satu di antaranya adalah bahwa antara Komunisme dan Pancasila oleh bangsa Indonesia diyakini sebagai dua ideologi yang paradoks (bertolak belakang). Bahwa selama Indonesia adalah negara Pancasila maka komunisme harus dipandang sebagai musuh ideologi negara dan bangsa.
Istimewanya kemudian adalah bahwa Pancasila secara esensi sejalan dan senyawa dengan agama-agama dan keyakinan kepada Tuhan. Ini sekaligus menegaskan jika Komunisme itu adalah musuh agama-agama. Agama tidak akan dibenarkan hidup dalam tatanan masyarakat komunis. Dan karenanya masyarakat yang sadar agama akan secara tegas menolak komunisme.
Berdasarkan realita ini dan merujuk kepada fakta-fakta Sejarah, kebencian Komunis kepada agama adalah fakta yang tak teringkari. Serangan dan pembantaian kepada tokoh-tokoh agama ketika itu mengingatkan bangsa ini terhadap serangan dan kekerasan yang terjadi kepada para Ustadz dan tokoh agama dalam beberapa waktu terakhir.
Hal yang justeru paling mengkhawatirkan adalah ketika musuh agama dan Pancasila, pengkhianat negara dan bangsa ini justeru hadir dalam sistem. Sehingga usaha-usaha untuk kembali bangkit untuk mengkhianati negeri justeru terkadang atas nama prosedur yang telah benar dan dianggap sah bahkan konstitusinal.
Langkah-langkah terakhir itu semakin terasa ketika mereka yang bangga dengan PKI dan Komunisme justeru berada dalam lingkaran penentu arah kebijakan negara. Mereka akan memakai undang-undang yang dibuat sendiri untuk meloloskan agendanya. Dan jika ada yang berani melawan, atau minimal mengeksposnya, tidak tanggung-tanggung akan dibumihanguskan dengan cara yang kasar sekalipun dan tanpa malu lagi.














