Menghadapi PMI semacam ini harus telaten dan sabar. Fatimah harus rela pagi-pagi menemuinya di pasar mengambil koper lalu dibawa ke kantor Muslimat. Selanjutnya bila akhirnya koper itu tidak dipakai bisa diberikan PMI lain yang membutuhkan.
“Jadi, sesama PMI di sini saling membantu. Insya Allah di kantor Muslimat sini guyub banget. Tapi yang di luar, banyak juga yang tidak guyub. Misalnya, baru saja saya mau masuk kantor Muslimat, ada embak-embak di jalan tanya mau ke mana, saya jawab mau ke kantor Muslimat, dia lalu mencurigai seragam Muslimat yang saya pakai katanya seragam organisasi Al Ikhlas, saya jawab ini seragam Muslimat yang sudah berdiri sejak tahun 1940-an, saya lupa tahunnya, kalau tahun berdirinya NU saya tahu tahun 1926. Saya bilang organisasi ini sudah lama, jadi organisasi itu yang niru kami. Tanpa menjawab dia pergi sambil melengos,” katanya sambil tertawa geli mengingat polah embak-embak tersebut.
Hendak Dikudeta
Cerita lucu lain saat ada ibu-ibu datang ke kantor Muslimat hendak membeli seragam Muslimat. Fatimah pun menanyakan kepada orang itu bergabung dengan Muslimat di daerah mana? Ternyata dia menjawab dengan ketus sambil menunjukkan organisasi sekaligus nama ketuanya.
“Ya saya jawab kalau Muslimat yang asli itu di sini, karena kami dilantik sebagai PCI MNU oleh PP Muslimat NU dan PBNU, sebaiknya kamu ke sini aja kumpul sesama ibu-ibu Muslimat yang asli di sini. Tapi ternyata dia ngeloyor pergi tak jadi beli seragam. Seharusnya kan koordinasi dengan kami yang resmi. Ada juga sesama PMI bertengkar, saya sarankan sesama orang dari jauh sebaiknya diselesaikan dengan baik, tapi dia ngeyel, ya sudah kalau kamu bela dia, saya keluar dari organisasi.”
” Tapi tetap saja, di luar dia pakai seragam Muslimat, ikut acara-acara pakai baju Muslimat. Termasuk saat ikut webinar zoom, saya bilang acara ini memang untuk semua anggota Muslimat yang jumlahnya 37 juta se dunia itu, ini kata ibu Khofifah kemarin, sehingga harus dibatasi bila ikut webinar. Bila tidak dibatasi zoomnya bisa jebol. Karena itu hanya pengurus dan yang terdaftar yang bisa ikut, kalian dan yang lain ikutnya di youtube. Tapi malah saya dimarahi, katanya sejak kecil dia sudah muslimat, berasal dari keluarga NU dll. Gimana mengatasi orang semacam ini hehhe. Mohon saran kalau ada yang bisa,” katanya.
Yang jelas ada pihak tertentu yang ingin mengkudeta kepemimpinannya di Muslimat Hongkong. Bahkan dia sempat melapor ke PBNU. Saat itu akan dilakukan pelantikan pengurus resmi Muslimat Hongkong, tapi ternyata ada pula pihak lain yang juga akan melakukan pelantikan pengurus.
“Surat permohonan pelantikan dan SK sudah diterima PBNU. Pelantikan pengurus kami dilakukan bareng antara PCI NU dan PCI MNU tanggal 24 April, tapi ada undangan pelantikan 6 Maret, tapi alhamdulillah PBNU menilai undangan yang lain itu abal-abal milik perseorangan warga di Hongkong, sedang yang bareng pelantikan PCI NU adalah Muslimat milik umat warga NU Hongkong,” katanya.














