Kejadian Menarik
Ketika hari pertama PTMT dimulai tanggal 30 Agustus itu, ada beberapa kejadian yang menarik tetapi juga membuat saya mengelus dada dan mencoba memahami kondisi di lapangan. Kenyataan yang ada jauh dari harapan. Mereka datang ke sekolah, ternyata hanya antusias untuk bertemu dengan teman, dari pada serius mendengarkan pelajaran.
Sebagai seorang guru saya mencoba memahami tingkah mereka, serta berusaha berdamai dengan keadaan dengan tidak memarahi mereka. Kebetulan saya mengajar jam pertama, jadi pas dengan momentum mereka bertemu untuk pertama kali dengan teman sejak PJJ berlangsung.
Heboh, semua tertumpah ruah saling berbagi cerita. Keadaan berubah menjadi tenang ketika saya masuk kelas. Saya mulai menyapa, sekedar bertanya kabar dan kesehatan, mereka dengan ceria dan penuh semangat menjawab pertanyaan tersebut.
Ketika memulai pelajaran, sambil menerangkan saya mengamati wajah-wajah mereka. Walaupun tertutup masker, saya dapat merasakan bahwa pikiran mereka tidak fokus pada pelajaran. Saat itu juga naluri sebagai guru dapat merasakan jika materi yang telah diajarkan secara daring pada pertemuan sebelumnya sepertinya belum dipahami.
Untuk meyakinkan saya pun mencoba memberi pertanyaan seputar materi yang sudah diajarkan secara daring, Subhanallah, tak satu pun yang mau dan bisa menjawab. Semuanya diam, ketika saya menyebut nama salah satu siswa dengan harapan mau menjawab, hanya senyum manis yang dia berikan sebagai jawaban.
Apakah saya kecewa? Jelas saya kecewa. Apakah saya sedih? Bohong kalau saya tidak sedih melihat kenyataan seperti ini. Apakah saya marah? Tidak, saya berusaha untuk tidak marah, dan memang tidak marah. Justru saya berusaha untuk memberi pemahaman dan menyadarkan mereka, bahwa mereka kini ada di dunia nyata, bukan lagi belajar secara daring.













