Tantang bagi Guru
Kini PTMT memasuki minggu kedua, kondisi kelas lebih tenang sepertinya ada perubahan sikap dari beberapa peserta didik. Mereka lebih tenang ketika mengikuti pelajaran, hanya saja soal pemahaman materi masih belum bisa terserap dengan baik. Hal ini bisa dimaklumi karena materi yang saya sampaikan merupakan materi lanjutan dari materi yang sudah disampaikan secara daring. Pelaksanaan PTMT, merupakan tantangan yang cukup berat bagi guru.
Pertama waktu PTMT hanya 30 menit setiap jam pelajaran, guru harus mampu menyelesaikan materi dengan alokasi waktu yang terbatas. Menyikapi hal ini, guru harus berburu dengan waktu untuk dapat menyelesaikan materi yang ada, karena tidak memungkinkan untuk mengulang materi yang telah diajarkan secara daring.
Kedua guru harus mampu mengembalikan mood siswa untuk kembali sekolah dengan normal. Hal ini tidak mudah karena sebagian peserta didik sudah merasa berada di zona nyaman dengan PJJ. Sepertinya mereka butuh waktu untuk siap sekolah secara normal.
Jujur harus diakui kurikulum normal, pastinya akan sulit disampaikan secara daring. Di dalam kelas guru punya trik sendiri untuk membantu agar peserta didik bisa lebih memahami materi yang disampaikan. Guru harus mampu merangkul semua siswa, pun harus mampu membedakan penanganan kepada peserta didik yang mempunyai kemampuan di atas dan perlakuan kepada mereka yang mempunyai kemampuan di bawah. Kecanggihan teknologi tidak bisa menggantikan peran guru, karena teknologi tidak memiliki rasa selayaknya manusia.
Guru sebagai garda terdepan pendidikan harus selalu siap melaksanakan proses belajar mengajar dengan cara daring ataupun PTM. Bahkan jika harus mengajar pada waktu yang sama dengan PTM dan daring. Guru harus menyiapkan metode dan strategi agar materi tersampaikan tuntas dan di pahami oleh peserta didik dengan sebaik-baiknya. (*)













