Catatan Pameran Moving, Spontan dan Instingtual

oleh

Asing didalam diri sendiri atau asing ditengah hubungan sosial. Simbol wajah dengan mulut disilang atau penanda silang, ia maksudkan sebagai representasi sesuatu yang dilarang, misalnya dibungkamnya hak berpendapat.

Aam berkisah, dasar dari proses berkaryanya adalah bersifat intuitif. Dorongan sama yang dirasakan oleh Rifai, hanya berbeda gaya menyampaian simbol ataupun idiom. Apa – apa yang terjadi diatas kanvas, murni dari naluri alam bawah sadar. Ia merespon apa yang sedang terjadi pada proses saat itu dan pastinya spontan, sehingga ia tidak merasa ditunggangi beban ketika berkarya. 

Pelepasan ini benar – benar tanpa syarat, penuh improvisasi, ia merasa berkarya tidak harus dibebani dan dibatasi dengan konsep. Meski ia sedikit menyisipkan konsep. Deskripsi karya terkadang dilihatnya sebagai sesuatu yang dibuat – buat.

Dari mana pemikiran itu muncul, kurang bisa dipastikan. Ia hanya mengikuti instruksi insting. Lebih dari pada itu, gaya figuratifnya banyak dipengaruhi oleh figurnya seniman Eddie Harra dan Eko Nugroho.

Aam dan Rifai nampaknya tidak bercerita banyak dalam pameran ini. Mereka berdua menggerakkan naluri instingtif untuk mengisi dorongan berkarya, selain peneguhan atas eksistensi berkesenian mereka dan apresiasi publik. 

Keduanya percaya kepada naluri dari pada karya yang dimulai dari landasan konsep tertentu atau sebaliknya. Bagaimanapun, insting berkarya yang tersangkut dipalung alam bawah sadar bukan berarti ia dipahami sebagai sesuatu tanpa isi dan samar, justru secara misterius mampu melahirkan simbol dan pembentukan makna dibaliknya. Kendati hal itu selalu bergantung pada titik berangkat proses kreatif seniman atau perupanya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.