Demo Pembuatan Vaksin Nusantara di Depan DPR, Terawan Kini Merasa Tak Sendirian

oleh

Terawan mengatakan bahwa pihaknya terus berjuang menyelesaikan Vaksin Nusantara. Selanjutnya dia pun berharap agar Vaksin Nusantara bisa digunakan untuk masyarakat.

“Kami bersama-sama dengan tim berjuang dan terus akan berjuang mewujudkan Vaksin Nusantara agar bisa digunakan. Kami ucapkan terima kasih yang luar biasa kepada teman-teman di Komisi IX yang mendukung, eh Komisi VII. Maaf saya terbiasa Komisi IX ha-ha-ha,” kata Terawan yang keliru menyebut Komisi VII dengan Komisi IX.

Terawan adalah mantan menteri kesehatan RI. Mitra menteri kesehatan selama ini adalah Komisi IX DPR yang membidangi kesehatan. Namun kali ini Terawan hadir di Komisi VII DPR sebagai peneliti vaksin Nusantara. Dengan dukungan Komisi VII DPR, Terawan mengaku sekarang tidak sendirian lagi. Dia berharap uji klinis tahap 3 vaksin Nusantara bisa terlaksana sehingga vaksin ini bisa segera digunakan.

“Saya salut Komisi VII sangat mendukung vaksin Nusantara. Tadinya saya merasa dalam kesendirian. Mudah-mudahan nanti dukungan ini bisa terwujud dengan legalitas untuk uji klinis 3,” jelasnya.

Terawan mengaku bingung karena merasa dihalangi melakukan uji klinis. Dia mengatakan, larangan riset uji klinis itu hanya terjadi di Indonesia. “Rasanya uji klinis itu dilarang baru terjadi di sini. Ya, di Indonesia ini. Ya mudah-mudahan rasa gamang saya hilang karena Komisi VII bisa mensupport,” jelasnya.

Terawan lalu memaparkan cara membuat vaksin Nusantara di hadapan Komisi VII DPR RI. Bukan hanya memaparkan, Terawan juga menunjukkan prosedur pembuatan vaksin di depan beberapa anggota Komisi VII DPR RI. Langsung di atas mejanya.

Terawan awalnya menampilkan sebuah kotak yang digunakan untuk membuat vaksin. Dalam kontak itu terdapat alat dan bahan untuk membuat Vaksin.