Heboh Obat Cacing untuk Covid-19: Susi Pakai Ivermectin karena Putus Asa

oleh

Karena itu Pemerintah berusaha keras menekan angka penambahan kasus positif. Salah satunya dengan menerapkan PPKM mikro darurat untuk Pulau Jawa dan Bali yang dikomandani Luhut Binsar Pandjaitan. Kepala Negara juga menggenjot program Vaksinasi. Presiden Jokowi meminta semua pihak bekerja keras untuk menggenjot jumlah vaksinasi.

“Pagi siang malam terus karena memang kita harus mengejar target untuk bulan Juli 1 juta per hari dan nanti bulan Agustus 2 juta per hari,” katanya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kota Kendari, Rabu (30/6/2021). Untuk mencapai target tersebut, Kepala Negara meminta pemerintah daerah untuk memberikan dukungan. Salah satunya dengan menggenjot pelaksanaan vaksinasi di daerah.

“Jadi semua kabupaten (pemda) harus memberikan dukungan dengan jumlah sebanyak-banyaknya. Sehingga target itu bisa kita lampaui karena kita memang harus mengejar angka-angka yang sudah kita kalkulasi,” ujarnya.

Jokowi meminta agar semua pemerintah daerah dengan Polda, Kodam, Kodim, dan Polres. Hal ini agar target vaksinasi yang telah ditetapkan dapat tercapai. “Target mulai Juli 1 juta (suntikan) per hari, harus, karena kemarin-kemarin kita masih 200.000-300.000 per hari. Sekarang tidak ada tawar-menawar, saya sampaikan 1 juta harus. Agustus, 2 juta harus,” kata Jokowi dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi mengatakan, hingga Rabu kemarin sudah ada 42 juta dosis vaksin yang disuntikkan. Pencapaian tersebut menempatkan Indonesia pada urutan ke-11 negara dengan vaksinasi tercepat di dunia. Presiden yakin bahwa peringkat itu akan meningkat dalam waktu dekat seiring dengan percepatan vaksinasi yang terus diupayakan pemerintah. “215 negara lebih yang terkena Covid, untuk urusan vaksinasi Indonesia itu di urutan ke-11, cukup baik,” ujarnya. (ret/kcm)