Menikah atau Hawa Nafsu?
Karena itu perempuan kelahiran tahun 1992 anak nomor 4 dari 5 bersaudara putri pasangan almarhum Soefiyanto dan Rumini ini cukup lama membuat keputusan mau menikah dengan mantan preman ini atau tidak. Dia harus puasa, salat tahajut, dan tidak putus salat istiqarah selama 40 hari. Tujuannya satu, untuk memantapkan hati menerima mantan preman Turki. “Butuh petunjuk Allah, saya mau menikah atau hanya nafsu sesaat,” ujarnya.
Maka, dia pun pasrah kepada Allah saat memutuskan berlibur ke Turki. Murni untuk liburan. Tanpa tujuan lain, apalagi mau menemui pria dari Kota Fethiye itu. Riau Hadidah pun ikut rombongan tur ke Turki tahun 2019 silam. Untuk itu dia pun memberi tahu teman-temannya di Turki. Termasuk Adem Orpak. Sebelumnya keduanya sering video call untuk membicarakan banyak hal, termasuk rencana liburan Hadidah ke Turki. Hadidah juga sering video call dengan sejumlah anggota keluarganya sehingga sudah akrab.
Namun ternyata Adem Orpak bertindak lebih jauh. Pria ini memberi tahu keluarganya bahwa calon menantunya dari Indonesia segera datang ke Turki. Bukan hanya itu, ibunya langsung meminta dia agar sesampai di Turki langsung menikah. Tujuannya agar leluasa bisa ke mana-mana sebab sudah muhrim. Tidak takut gunah (dosa).
Baru setelah menikah keduanya bisa pulang ke Indonesia sebagai suami-istr i. Tak lama kemudian Adem juga mengirim dokumen untuk persiapan menikah. Ini yang membuat Hadidah dan keluarganya bingung. Bahkan dia sudah menolaknya.
“Saya sudah tidak mau sebab belum siap menikah. Tapi bagaimana lagi, saya kasihan sama mama mertua bila saya menolaknya. Karena itu, saat berangkat ke Turki untuk liburan, saya pasrah pada Allah, apa pun yang terjadi di sana,” katanya.
Dan benar. Ketika Riau Hadidah sampai di Turki, keluarga Adem Orpak sudah menyiapkan acara pernikahan. Riau Hadidah pun tak berdaya menerima takdir Illahi. Dia sendiri punya prinsip, untuk apa harus mencari (suami) bila sudah diberi. Dia hanya harus menjadi istri yang baik bagi suaminya.
“Saya punya banyak teman di Turki sebelumnya, sehingga bisa ke mana-mana. Sebagian teman itu juga pernah datang ke Indonesia. Tapi suami saya ini, saya terkesan dengan kejujurannya saat itu. Apa adanya. Semua hal buruk tentang dirinya dia ceritakan. Saya suka tipe pria seperti itu. Masalah akhlak dan agama saya tidak menuntut yang sempurna, sebab saya sendiri bukan ahli agama, apalagi ahli surga. Kita bisa sama-sama belajar, yang penting apa yang dari mulutnya itu kejujuran dari hatinya,” katanya.
Maka, jadilah Riau Hadidah menantu Turki. Kebiasaan orang Turki selalu memberi nama Turki untuk menantunya. Nama Hadidah pun diganti nama Turki, Aisye Orpak. Namun dia lebih suka nama Riau Hadidah dengan nama panggilan Rio pemberian orang tuanya di Riau. Pernikahan Hadidah dengan Adem Orpak membuahkan putra bernama Huseyin Zen Orpak.














