NU Internasional Kawal Muktamar: Jangan Sampai Rasa Pilpres!

oleh
Ahmad Afnan Anshori berlibur bersama keluarga.

PCI NU Bahas Isu Global

Sementara itu lokasi Muktamar antara lain di Universitas Islam Negeri Raden Intan dan Universitas Malahayati di Kota Bandar Lampung, serta Pondok Pesantren Darussa’adah di Kabupaten Lampung Tengah. Wakil Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-34 NU, KH Ahmad Ishomuddin, mengatakan, tempat parkir seluas 1,5 hektare di pesantren yang ada di Gunungsugih itu akan dijadikan khusus untuk tempat pembukaan dan penutupan.

Dia menjelaskan, pembukaan dan penutupan acara akan dilangsungkan di Pesantren Darussa’adah dengan pembatasan peserta. Sedang seluruh rangkaian acara akan difokuskan di UIN Raden Intan dan Universitas Malahayati yang memiliki waktu tempuh sekitar satu jam dari lokasi pembukaan tersebut.

“Kalau tadi Pak Imam Aziz (Ketua OC Muktamar ke-34 NU, Red.) menyebut sekitar 500 peserta, tentu akan diperketat untuk masuknya ke sana. Itu sesuatu yang menurut saya lumayan sulit karena warga NU di Lampung ini sangat bergembira mendapat kabar muktamarnya di sana,” terang Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Dikatakan, kegiatan besar NU terakhir di Lampung adalah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU pada 1992. Karenanya, warga NU di Lampung saat ini bergembira dengan kabar muktamar yang bakal digelar di sana.

“Saya khawatir jika mereka mengunjungi pesantren itu dan tidak bisa dibendung. Tetapi mungkin dengan syarat yang ketat dan pihak keamanan seperti polisi akan dikerahkan supaya massa tidak begitu membludak,” jelas Kiai Ishom.
Dia menambahkan, Universitas Malahayati akan dijadikan sebagai lokasi kegiatan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) se-dunia untuk membahas soal internasionalisasi NU. “Saya setuju itu, kegiatan PCINU dipusatkan di sana untuk membahas internasionalisasi NU. NU harus menjadi sebuah organisasi yang berpengaruh secara internasional,” katanya.

KH Imam Aziz mengatakan, pihaknya akan memberikan fasilitas kepada Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU sedunia untuk membahas internasionalisasi NU di kancah global. Dikatakan, berdasarkan data yang dihimpun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terdapat 31 PCINU yang telah terbentuk di seluruh dunia. Karena itu, panitia meminta agar ada penanggungjawab (PIC) yang bisa mengoordinasi seluruh PCINU untuk melakukan pertemuan. Secara khusus, Kiai Imam lantas meminta Rais Syuriyah PCINU Australia-New Zealand Gus Nadirsyah Hosen untuk menjadi penanggungjawab pertemuan pengurus PCINU sedunia untuk membahas isu global atau internasionalisasi NU itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.