OSO Tegaskan Hanura Bela Rakyat Kecil

oleh

MOJOKERTO| DutaIndonesia.com – Ketua Umum Partai Hanura, Dr (HC) Oesman Sapto Odang, menegaskan di depan 250 pengurus Persatuan Guru se-Indonesia, bahwa Partai Hanura adalah partai yang akan konsisten mendukung perjuangan rakyat kecil di daerah.

Hal ini ditegaskan pada saat OSO (panggilan akrab Oesman Sapto Odang) memberikan kuliah umum pada peserta Rakornas Pergunu di Masjid KH Abdul Chalim, Kampus IKHAC, Pacet, Mojokerto, Senin, 20 Maret 2023 kemarin. Hadir pada acara tersebut, Ketua Umum Pergunu Pusat, Prof DR KH Asep Saifuddin Chalim MA, KH As’ad Said Ali, mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) serta para pengurus – pengurus Pergunu tingkat provinsi se Indonesia.

Hal tersebut karena OSO berasal dari rakyat kecil. Sehingga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat kecil.

“Saya dulu umur 15 tahun pernah berjualan rokok di pelabuhan. Setelah itu pernah jadi pedagang sayur yang berasal dari daerah-daerah di pulau Jawa,” katanya. 

Secara kronologis, OSO menceritakan, karena berkah dari Allah SWT pada dirinya, hingga dia dipercaya menjadi anggota DPR hingga menjadi Wakil Ketua MPR.

“Jadi jangan pernah takut bergerak maju. Allah maha kuasa atas segalanya,” katanya memberikan semangat kepada para anggota Pergunu.

“Guru itu profesi yang sangat mulia. Harus ada yang menyuarakan aspirasinya, harus ada yang berani bangkit memperjuangkan hingga tercapai keadilan yang beradab,” katanya sambal mempersilakan anggota Pergunu maju melalui partai Hanura.

Politisi yang Konglomerat

Siapakah sosok OSO? Berikut biografi singkatnya. 

OSO saat ini  dikenal sebagai seorang politisi Indonesia yang kini menggawangi Partai Hanura sebagai ketua umum atau ketum.

Sebelum itu OSO sempat menjabat sebagai wakil ketua MPR RI periode 1999-2004 dan terpilih kembali sebagai wakil ketua lembaga tinggi negara tersebut dari kelompok DPD-RI untuk periode 2014-2019. 

Mungkin tak banyak orang tahu, bila politisi satu ini turut merangkap sebagai seorang pengusaha. Dia termasuk konglomerat Indonesia.

Tak tanggung-tanggung OSO memiliki sebuah bisnis grup yang menaungi banyak bidang perusahaan.

Tak pelak jika suami Serviati Oesman ini memiliki banyak sumber kekayaan dan didapuk sebagai salah satu pejabat terkaya di Indonesia, dimana dirinya bahkan pernah masuk daftar 150 orang terkaya di Indonesia.

OSO memiliki nama dan gelar Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang, gelar adat Datuk Bandaro Sutan Nan Kayo (Gelar Adat Minangkabau), Karaeng I Mannuntungngi Daeng Marewa (Gelar Adat Bugis).

Pria kelahiran 18 Agustus 1950 ini memang sosok baru di dunia perpolitikan.

Mengulik latar belakangnya di masa lalu, seperti dikutip dari Kompas.com, OSO lahir dari pasangan Odang (ayah) asal Palopo, Sulawesi Selatan dan Asnah Hamid (ibu) asal Sulit Air, Solok, Sumatera Barat.

“Sesuai namanya, memang daerah asal ibu saya itu agak sulit mendapatkan air,” kata OSO.

Untuk menunjang pariwisata di kampung halamannya Sulit Air, ia membangun rumah gadang sebagai objek wisata dan tempat informasi.

Meski menyelesaikan jenjang pendidikan SMA dengan mengambil ijazah Paket C, ia sukses memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari Senior University International di Amerika Serikat pada tahun 1999.

Gelar ini ia peroleh, sebelum menamatkan jenjang SLTA-nya pada tahun 2006.

OSO kemudian aktif di dunia politik dan merupakan pendiri Partai Persatuan Daerah.

Karena dalam beberapa kali pemilihan umum partai tersebut tidak lolos electoral threshold, ia kemudian bergabung dengan Partai Hanura dan menjabat sebagai Ketua Umum sejak tahun 2016.

Selain aktif di partai politik, ia juga terlibat dalam berbagai organisasi.

Dia juga menjadi Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sejak tahun 2010.

OSO memiliki jiwa bisnis yang begitu kuat, terbukti kini dia adalah seorang konglomerat di OSO Group yang bergerak di bidang percetakan, pertambangan, air mineral, properti, perkebunan, perikanan, transportasi, komunikasi, keuangan, dan perhotelan.

Menurut majalah Globe Asia, pada tahun 2016 kekayaannya diperkirakan mencapai USD 350 juta dan telah menempatkannya ke dalam salah satu dari 150 orang terkaya di Indonesia.

Selain menjabat sebagai CEO OSO Group, Oesman juga duduk sebagai Komisaris maskapai Lion Air.

Pada awal tahun 2012, OSO menunjuk Tanri Abeng sebagai CEO OSO Group menggantikan dirinya.

Ia juga mengumumkan George Toisutta sebagai komisaris utama dan anaknya Raja Sapta Oktohari sebagai direktur utama.

Diketahui pada 2020 lalu OSO masuk daftar 53 penerima anugerah Tanda Kehormatan Republik Indonesia.

Ia pun menerima anugerah Tanda Kehormatan Republik Indonesia dari Presiden Joko Widodo.

Berikut jabatan penting yang diemban Oesman Sapta Odang alias OSO:

* Ketua DPD RI (2017–2019)

* Wakil Ketua MPR RI (2014–2019)

* Ketua Umum DPP Partai Hanura (2016–)

* Ketua Umum Gebu Minang (2016–2021)

* Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) (2010–2015)

* Ketua Umum Asosiasi Koperasi Kelapa Indonesia (2002–2012)

* Ketua Umum Pengurus Pusat KKI (2002–2011)

* Ketua Umum DPP Partai Persatuan Daerah (2002–2004)

* Wakil Ketua MPR RI (1999–2004)

* Ketua Kadin Daerah Provinsi Kalimantan Barat (1998–2004)

* Komisaris Lion

(Moch. Nuruddin)

No More Posts Available.

No more pages to load.