Membantu PBNU/Panitia
Menurut Muhlashon, bila PBNU dan Panitia Muktamar ke-34 NU menyetujui penyelenggaraan muktamar secara daring, maka PCINU Internasional sudah siap dengan konsep IT untuk ditawarkan guna membantu menyukseskan muktamar di dalam situasi pandemi Covid-19 sekarang ini.
KH Nur Hasyim Subadi, yang juga hadir dalam rapat tersebut, menambahkan, bahwa setelah sepakat meluncurkan usulan penyelenggaraan Muktamar ke-34 secara online, Tim IT PCINU Internasional yang merupakan gabungan dari kader-kader NU yang telah malang melintang di dalam dunia IT dari Jerman, UK, Belanda, Korsel dan Jepang langsung menyusun konsep Muktamar daring.
“Dalam rapat tadi, Gus Muhammad Rodlin Billah (Gus Oding) telah memaparkan konsep yang telah disiapkan bersama tim IT lainnya secara detail, mulai dari persiapan, pembukaan muktamar, sidang-sidang komisi, hingga pemilihan AHWA dan Pemilihan Ketua Umum,” kata Kiai Nur Hasyim.
Penyiapan konsep penyelenggaraan Muktamar NU secara daring ini dilakukan oleh PCINU Internasional menyusul pernyataan yang dikeluarkan sebelumnya untuk menyikapi perkembangan terakhir dari ikhtiar para petinggi NU dalam menentukan tanggal pelaksanaan Muktama ke-34 yang terkendala akibat pemberlakuan PPKM level 3 di seluruh Indonesia. Namun demikian, PCINU Internasional dalam hal ini sifatnya hanya membantu panitia dan PBNU yang dalam pelaksanaannya nanti akan berkolaborasi dengan para pakar NU di tanah air dan utamanya dengan PBNU yang telah memiliki perangkat digital yang sangat modern.
Selain dihadiri oleh Prof Nadirsyah Hosen (Australia) dan KH Imron Masyhudi (Arab Saudi), anggota tim IT yang hadir antara lain Muhammad Rodlin Billah (Jerman), Prof Hendro Wicaksono (Jerman), Munawir Aziz (UK), Danu Prananta (Belanda), Fathan Mubina Vidjaya (Belanda), Rully (UK),Irfan (Korsel), Wahyu (Jerman), dan beberapa pakar IT dari nahdliyyin lainnya.














