
Energi Positif
“Mudah-mudahan ini jadi harapan baru, energi positif di saat pandemi COVID-19 seperti sekarang, bahwa masih ada ruang untuk menggerakkan ekonomi kita, terutama pelaku UMKM di saat pandemi seperti sekarang ini,” katanya saat peresmian rumah kurasi, Selasa (27/7/2021) lalu.
Dia mengungkapkan kontribusi UMKM untuk PDRB menyumbang cukup besar. Hal itu ditambah dengan mulai terbukanya pangsa pasar di luar negeri, sehingga produk UMKM bisa tembus pasar ekspor.
“Jadi, UMKM di Jatim itu kontribusi PDRB 57,25 persen. Betapa signifikannya UMKM di Jatim untuk pertumbuhan ekonomi kita. Sekarang ini pangsa pasar di luar negeri mulai terakses,” katanya.
Dia juga sering komunikasi dengan pimpinan Bank Indonesia Jatim yang turut serta membantu terkait dengan mediasi, koneksi dengan diaspora termasuk dengan para diplomat dari berbagai negara. Komunikasi dilakukan untuk mencari celah agar produk UMKM memungkinkan untuk dikirim ke luar negeri.
Dirinya juga mengatakan bahwa untuk bisa menembus pasar luar negeri harus terstandarisasi dengan baik. Setiap negara juga mempunyai ketentuan tersendiri untuk produk yang masuk. Untuk itu, dibutuhkan bantuan dari mereka yang ahli yakni kurator. Selain itu, juga dibutuhkan asesor serta instruktur. (gas)














