Suka Duka Memimpin PCI Muslimat NU Hongkong (Bagian 1): Dicurigai hingga Hendak Dikudeta

oleh

Caranya, PMI saat keluar rumah majikan harus satu tujuan. Kalau tujuannya ke kantor Muslimat tidak boleh, misalnya, mampir dulu ke mal, sebab virus Corona tidak tahu menular kepada siapa saja.

“Keluar rumah majikan langsung ke sini atau dari sini ke rumah majikan. Biasanya majikannya kenal saya, mereka senang sebab tujuan anak-anak keluar rumah itu jelas. Jadi merasa aman. Mereka menyebut saya guru atau ibu bagi anak-anak. Kadang majikan malah nitip sesuatu untuk saya,” katanya.

Namun, aktivitas itu hanya dilakukan pada Minggu. Sebab PMI memang minta libur Minggu. Sistem ketenagakerjaan di Hongkong sangat rapi. Hak-hak masing-masing pihak, baik pekerja maupun majikan, diatur dengan baik. Salah satunya soal gaji dan hari libur.

Gaji PMI di Hongkong sudah ada standar yang berlaku bagi semua PMI. Artinya, standar gaji sekitar 4.600 sekian dolar Hongkong atau sekitar Rp 10 jutaan, semua PMI gajinya sebesar itu, tidak bisa di bawahnya.

“Tidak ada kamu 1.000 aku dapat 2.000 misalnya. Kalau lebih besar sangat mungkin. Misalnya, bila PMI tidak mengambil libur, pasti diberi uang lembur. Mungkin keluarga di Indonesia sangat membutuhkan banyak uang karena kebutuhan banyak dan niatnya memang 100% bekerja, sehingga PMI bekerja ekstra keras, sampai tidak libur. Dia pun dapat uang libur dan uang makan. Tapi sebagian besar tetap ingin libur Minggu sebab bosan tinggal bersama majikan yang tidak sama adat istiadatnya dan tak bisa bahasanya. Mereka bisa menentukan harus libur Minggu, malah ada PMI yang mengatakan bila tidak Minggu lebih baik keluar. Bagi mereka libur Minggu penting sebab kesempatan bisa bertemu WNI lain, bisa ngobrol guyub dengan bahasanya masing-masing. Salah satunya ya berkumpul di Kantor Muslimat ini,” katanya.

Kantor Muslimat NU Hongkong menjadi tumpuan para PMI. Salah satu contoh baru saja terjadi kemarin ada PMI bermasalah dengan majikannya soal koper yang dianggap terlalu besar. Majikan menolak sebab koper itu memakan tempat. Padahal PMI ini membutuhkan koper besar dengan sejumlah kantong yang bisa dikunci. Hal itu karena pernah ada kejadian nenek majikannya tiba-tiba membongkar isi koper milik PMI tersebut lantaran curiga barangnya hilang dicuri yang bersangkutan. Setelah koper dibongkar dan isinya dikeluarkan, ternyata barang yang hilang itu tidak ditemukan di koper tersebut.

“Si PMI pun tersinggung sehingga membeli koper besar yang semua kantongnya bisa dikunci. Bukan hanya itu, kadang ada juga koper dibongkar lalu dimasuki suatu barang, kemudian majikan menuduh PMI telah mencurinya. Ini bahayanya. Majikan melakukan modus semacam itu saat ingin memecat PMI tersebut. Tapi yang PMI soal koper barusan itu bukan karena modus ini, tapi hanya dibongkar saja lalu dia beli koper gede tapi juragannya tidak mau,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.