SURABAYA| DutaIndonesia.com – Allah SWT sangat memuliakan orang yang senang mencari ilmu. Hingga surga menjadi jaminan bagi orang yang meninggal ketika mencari ilmu.
Hal ini dikatakan Prof Dr KH Asep Syaifuddin Chalim MAg, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, saat memberikan pengajian kitab kuning pada para santrinya di Siwalan Kerto, Wonocolo, Surabaya, pagi tadi. Bahkan, begitu mulianya ilmu, tak hanya pencari ilmu yang dapat jaminan surga, namun orang yang membiayai seorang anak mencari ilmu, juga mendapat jaminan surga.
Seorang yang senang dengan ilmu, disebut ahlul ilmi. Dan ahli ilmu, harus mencintai gurunya, ustadznya, dosennya.
“Cinta dalam artian menghormati dan menghargai. Bukan cinta birahi, nggak boleh. Kalau ada guru atau ustadz yang lirik-lirik, jawil-jawil bilang sama Yai, akan saya kenakan sanksi berat,” kata Kiai Asep.
Bila ada murid, atau santri, yang membenci gurunya, tidak hormat, maka otomatis murid atau santri tersebut bukan ahlul ilmi.
Karena begitu membenci gurunya, maka keberkahan ilmu yang didapat dari guru yang dia benci, hilang barokahnya.
Kenapa guru atau ustadz itu harus dihormati, walau hanya mendengarkan dengan tenang?
“Itu karena guru/ustadz sudah memiliki ilmu, pengalaman yang mumpuni untuk disampaikan pada murid / santrinya,” jelas Kiai Asep.
Selain itu, guru atau ustadz, juga memiliki ilmu untuk mengajari dan mendidik secara baik dan benar.
“Jadi tidak semua orang bisa jadi pendidik yang baik, bisa jadi guru yang benar, atau jadi ustadz yang sabar menghadapi murid,” kata Kiai Asep.
Guru-guru itu ibarat orang yang membawa obor di kegelapan malam, untuk menuntun dan membimbing murid-muridnya agar tidak tersesat dalam hidup ini. (Moch. Nuruddin)













