NEW YORK|DutaIndonesia.com – Diaspora Indonesia di Amerika Serikat, Merry Salmeri, mengaku bangga kebaya resmi didaftarkan ke UNESCO untuk ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda. Merry Salmeri yang juga seorang make up artist ini berharap agar kebaya bisa semakin mendunia.
“Ini kabar baik. Sangat bagus. Pasti bangga dong kalau kebaya bisa terdaftar di UNESCO dan bisa mendunia. Lebih bangga lagi kalau Indonesia bisa mendaftarkannya sendiri. Gak joint dengan negara lain tapi mungkin pertimbangannya banyak makanya harus joint,” kata Merry Salmeri kepada DutaIndonesia.com, Kamis (16/2/2023).
Merry Salmeri yang asal Malang Jawa Timur selama ini sering mempromosikan kebaya di media sosialnya. Termasuk ikut kampanye Kebaya Goes UNESCO.
“Kalau aku sendiri pastilah ikut aktif mempromosikan kebaya. Itu kewajiban sebagai WNI. Mengenalkan, mengangkat & melestarikan busana tradisional Indonesia yaitu KEBAYA,” katanya.

Sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan, Pemerintah Indonesia telah mengajukan kebaya sebagai warisan budaya tak benda UNESCO lewat mekanisme single nominations.
Keputusan itu diambil dari hasil rapat pada Rabu (16/11/2022) lalu bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK), dan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Namun saat itu terjadi kontroversi terkait pengajuan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ini sebab sejumlah negara tetangga, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam, juga mengajukan hal yang sama melalui mekanisme joint nominations.
Akhirnya Indonesia juga mendaftarkan kebaya ke UNESCO dengan ikut bergabung bersama dengan Singapura dan negara lainnya tersebut.
Itje Chodidjah, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO menyebut bahwa keputusan untuk joint nomination ini sudah final.
“Kalau kebaya sudah diputuskan untuk join nomination. Sudah fixed,” kata Itje dikutip dari detikcom Kamis (16/2/2023).
Persetujuan Indonesia untuk gabung bersama Singapura Singapura, Malaysia, Brunei, dan Thailand mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya ke UNESCO dikukuhkan dengan adanya rapat bersama. Beberapa lembaga tinggi negara ikut hadir dalam kesempatan itu.
“Kita juga sudah FGD ke lima negara di minggu lalu di Jakarta bersama Kemlu, kami, dan dirjen kebudayaan,” kata dia.
Kebaya Asalnya dari Indonesia
Pengajuan bersama itu diputuskan lantaran butuh waktu lama jika Indonesia mau sendirian mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya.
“Ya kalau mau sendirian Indonesia harus menunggu lagi di tahun 2030-an. Gitu. Dan, sebenarnya ini sebuah soft diplomasi yang bagus kalau Indonesia bergabung dengan keempat negara tersebut,” kata dia.
“Karena Indonesia sebagai ketua ASEAN, pasti di sini akan menunjukkan kewibawaannya. Sebenarnya kan juga tidak masalah mau single nomination atau join nomination. Karena kalau join nomination segera bisa diajukan tahun ini,” kata dia menambahkan.
Selain alasan itu, tak dimungkiri kalau kebaya juga merupakan warisan budaya yang dimiliki oleh beberapa negara lainnya.
“Dan jangan lupa, culture is dynamic. Ya kan. Mungkin awalnya sejarah memang di Indonesia si kebaya itu,” kata dia.
“Tetapi karena orang Indonesia yang menyebar ke mana-mana jadi dipakai juga di Brunei dan negara-negara lain. Jadi, itulah sebabnya it’s wiser to have join nomination,” katanya soal negara-negara lain dan Indonesia daftarkan kebaya ke UNESCO. (gas/kcm/cnni)













