Sama dengan lockdown tahun lalu, kali ini acara yang mendatangkan banyak orang dibatasi dengan ketat. Misalnya untuk pemakaman hanya oleh dihadiri 20 orang. Begitu pula acara pernikahan hanya boleh dihadiri 10 tamu undangan tanpa acara joget atau menyanyi. Restoran dan kafe tidak boleh makan di tempat.
“Hanya take away, tempat hiburan, rekreasi, salon kecantikan, gym, tempat ibadah, semua ditutup sementara. Tempat penitipan anak tetap buka karena diangga jasa yang esensial,” katanya.
Artinya, aktivitas di dalam ruangan tidak boleh dilakukan dengan banyak orang, kecuali untuk kegiatan yang sangat esensial seperti bekerja, penelitian dan sejenisnya yang tidak bisa dilakukan dari rumah.
Para pekerja pun dibedakan menjadi dua kelompok. Esensial worker dan non-esensial worker. Contoh esensial worker adalah mereka yang kalau tidak ada maka layanan publik akan terganggu, seperti tenaga kerja medis, sopir angkutan umum, para pegawai kebersihan atau cleaning service, penjaga perbatasan, guru, dan sejenisnya.
“Bagi mereka tidak berlaku lockdown, bisa bekerja seperti biasa dengan prosedur penjagaan kesehatan yang sudah ditetapkan. Sedang yang non-esensial harus bekerja dari rumah dulu atau terpaksa libur,” katanya.














